KOLAKA, Kongkritpost.com- Program rumah rakyat kini menyentuh Sulawesi Tenggara. Kepolisian Republik Indonesia ikut masuk dalam barisan percepatan pembangunan hunian, sejalan dengan agenda nasional Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya target penyediaan 3 juta rumah bagi masyarakat.

Komitmen itu ditandai dengan peresmian dan penyerahan 378 unit rumah subsidi untuk Pegawai Negeri Pada Polri (PNPP) serta masyarakat umum di Sulawesi Tenggara, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan dipusatkan di Kabupaten Kolaka dan dipimpin langsung Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komjen Pol Dedi Prasetyo.

Langkah ini menegaskan bahwa Polri tak hanya bicara soal keamanan, tetapi juga ikut bergerak di sektor kesejahteraan.

Sebanyak 378 rumah tipe 36 tersebut tersebar di tiga titik strategis.

Di Kalifah Residence, Konawe Selatan, tersedia 186 unit.

Di Kaba Residence, Kota Kendari, sebanyak 164 unit.

Sedangkan Sultra Hills Residence, Kota Kendari, mendapat 28 unit.

Wakapolri menegaskan program tersebut merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.

“Program perumahan ini adalah bentuk dukungan Polri terhadap Asta Cita Presiden Prabowo dalam penyediaan 3 juta rumah. Manfaatnya bukan hanya untuk personel Polri, tetapi juga masyarakat umum,” ujarnya.

Pernyataan itu penting. Sebab rumah bukan sekadar bangunan beratap. Ia adalah fondasi kestabilan keluarga, rasa aman, dan peningkatan kualitas hidup.

Bagi anggota Polri, kepemilikan rumah juga dinilai berdampak langsung terhadap kinerja. Ketika kebutuhan dasar terpenuhi, fokus pelayanan publik akan lebih maksimal.

Data Januari 2026 menunjukkan dari total 491.808 personel Polri di Indonesia, sebanyak 72,4 persen telah memiliki rumah. Sementara sisanya masih tinggal di rumah dinas, belum memiliki rumah, atau belum berencana membeli.

Pada triwulan pertama 2026, progres pembangunan rumah Polri juga tergolong agresif. Dari target 15.923 unit, sebanyak 10.905 unit telah selesai dibangun.

Angka itu menunjukkan bahwa proyek rumah kini bukan lagi janji seminar, tetapi mulai tampak dalam bentuk kunci dan pagar.

Bagi Sultra, kehadiran 378 unit rumah baru tentu memberi efek berantai. Sektor konstruksi bergerak, tenaga kerja terserap, kawasan hunian tumbuh, dan ekonomi lokal ikut berdenyut.

Dari Kolaka, pesan itu dikirim ke seluruh daerah: keamanan penting, tetapi kesejahteraan juga tak kalah penting*