KOLAKA, Kongkritpost. Com-Pembangunan tak pernah lahir dari kerja sendiri. Ia tumbuh dari kolaborasi banyak tangan, banyak pikiran, dan satu tujuan yang sama. Pesan itu menguat saat Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komjen Pol Dedi Prasetyo, dalam agenda peresmian Jembatan Dhira Brata di Kabupaten Kolaka, Senin (20/4/2026).

Kehadiran Wakapolri di Bumi Anoa dinilai bukan sekadar kunjungan seremonial. Menurut gubernur, langkah tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat dan institusi Polri terhadap percepatan pembangunan di Sulawesi Tenggara.

Dalam sambutannya, Andi Sumangerukka menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan itu sekaligus mengucapkan selamat datang kepada Wakapolri. Ia juga memberikan penghargaan atas dukungan yang terus diberikan terhadap daerah.

“Diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara,” ujar gubernur.

Kalimat itu sederhana, namun substansinya besar. Pembangunan modern memang tak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Perlu dukungan aparat keamanan, sektor usaha, dan partisipasi masyarakat.

Peresmian Jembatan Dhira Brata disebut memiliki arti penting bagi Sultra. Infrastruktur tersebut diyakini akan memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas warga, serta membuka jalur ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Dalam banyak kasus, jembatan bukan hanya penghubung dua sisi sungai. Ia juga penghubung antara potensi daerah dan peluang pertumbuhan.

Selain peresmian jembatan, agenda itu juga dirangkaikan dengan hibah lahan serta sejumlah dukungan infrastruktur bagi jajaran Polda Sulawesi Tenggara. Langkah tersebut menunjukkan bahwa keamanan dan pembangunan kini berjalan di jalur yang sama.

Gubernur pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya Polri, yang telah mengambil bagian dalam berbagai program strategis di Sultra.

Ia berharap sinergi yang telah terbangun tidak berhenti pada satu acara, tetapi terus diperkuat untuk mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan religius.

Karena daerah yang tumbuh cepat bukan hanya yang punya sumber daya besar, tetapi yang mampu menyatukan kekuatan bersama*