KONSEL, Kongkritpost.com- Musyawarah Daerah (Musda) V DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Minggu (29/3/2026), bukan sekadar agenda rutin lima tahunan. Forum ini berubah menjadi panggung penegasan arah politik: soliditas mutlak, target kursi melonjak.
Ketua DPD I Golkar Sulawesi Tenggara, La Ode Darwin, langsung memasang garis tegas. Tidak ada ruang bagi kader yang setengah hati. Semua harus bergerak, tanpa kecuali.
“Tidak boleh ada politik di dalam partai politik. Ini harus kita sepakati bersama. Semua kader harus bergerak untuk kepentingan partai, tidak boleh ada yang diam,” tegas Darwin di hadapan peserta Musda.
Pesan itu bukan tanpa alasan. Dari 17 Musda kabupaten/kota se-Sultra, pelaksanaan di Konawe Selatan disebut paling minim riak. Tidak ada gejolak berarti. Bagi Darwin, ini sinyal kuat: mesin partai sedang dalam kondisi siap tempur.
Target pun dipasang tinggi. Dari capaian saat ini, Golkar Konsel dibidik menembus 14 kursi DPRD pada pemilu mendatang. Angka yang tidak main-main, mengingat peta politik lokal yang kian kompetitif.
Di sisi lain, Wakil Bupati Konawe Selatan, Wahyu Ade Pratama Imran, mengingatkan akar politiknya sendiri. Ia lahir dari rahim Golkar. Karena itu, Musda disebutnya bukan sekadar forum internal, melainkan momentum strategis bagi arah pembangunan daerah.
“Partai politik punya peran penting sebagai penyalur aspirasi masyarakat sekaligus mitra pemerintah,” ujarnya.
Ia juga memberi kredit khusus kepada kepemimpinan Irham Kalenggo. Di bawah kendali Irham, stabilitas politik dinilai terjaga, sementara konsolidasi kader berjalan hingga ke akar rumput.
Irham sendiri tak menutup peluang untuk kembali memimpin. Nada bicaranya lugas: siap jika dipercaya, siap bekerja lebih keras.
“Jika kembali diberikan amanah, kami berkomitmen untuk terus membesarkan Partai Golkar di Konawe Selatan,” katanya.
Namun target yang ia sampaikan lebih realistis, sekaligus bertahap. Dari tujuh kursi saat ini, Golkar Konsel dipatok minimal meraih 10 kursi pada pemilu mendatang. Sebuah loncatan yang diposisikan sebagai pijakan menuju target besar 14 kursi.
Musda ini juga menjadi ajang konsolidasi lintas daerah. Sejumlah Ketua DPD II Golkar dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara turut hadir—dari Muna, Muna Barat, Kolaka Timur, Bombana, Kendari, Konawe, Buton Utara, hingga Konawe Kepulauan.
Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas. Ini adalah pesan terbuka: Golkar Sultra sedang merapatkan barisan, mengunci soliditas, dan menatap pemilu dengan ambisi yang tak lagi disembunyikan*



