MAKASSAR, Kongkritpost.com-Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) menegaskan komitmennya untuk mendukung penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi agar lebih tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat di wilayah daratan hingga kepulauan Bumi Anoa. Hal ini ditandai dengan keikutsertaan aktif dalam rapat strategis yang digelar oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Aula Bright Gas, Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Makassar, Kamis (10/7/2025).
Rapat tersebut melibatkan sekitar 20 daerah se-Kawasan Sulawesi, tiga badan usaha, serta tujuh perwakilan Hiswana Migas, membahas implementasi teknologi informasi dalam penyaluran BBM subsidi dan kompensasi melalui aplikasi XStar.
Sekretaris Daerah Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., yang hadir langsung dalam pertemuan tersebut, menjelaskan bahwa rapat difokuskan pada penerapan Peraturan BPH Migas Nomor 2 Tahun 2023, yang mengatur tentang mekanisme penerbitan Surat Rekomendasi untuk pembelian Jenis BBM Tertentu (JBT) seperti Solar, serta Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP).
“Pertemuan ini tidak hanya menyosialisasikan peraturan baru, tapi juga memberikan bimbingan teknis penggunaan aplikasi XStar, termasuk aktivasi dan pembuatan akun bagi OPD penerbit surat rekomendasi di setiap daerah,” jelasnya.
Menurut Asrun Lio, kehadiran aplikasi XStar menjadi solusi digital dalam mempercepat, mempermudah, sekaligus mengawasi proses penyaluran BBM subsidi secara akurat dan transparan. Dengan dukungan sistem kalkulasi kebutuhan BBM jangka panjang, konsumen pengguna seperti petani, nelayan, transportasi air, hingga pelaku UMKM di wilayah terpencil pun tetap bisa terlayani.
“Aplikasi ini memungkinkan OPD melakukan pengawasan lebih ketat, mencegah penyalahgunaan surat rekomendasi, sekaligus memastikan bahwa BBM subsidi benar-benar diterima oleh yang berhak,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap, implementasi aplikasi XStar dapat meningkatkan efisiensi layanan sekaligus memperkuat akuntabilitas pemerintah daerah dalam penyaluran energi bersubsidi.
“Ini bagian dari tanggung jawab kami untuk menjamin keadilan energi bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara, dari pelosok pulau hingga pusat kota,” pungkas Asrun Lio( Red)


