KENDARI, Kongkritpost.com- Pemerintah Kota Kendari mulai mengunci satu sektor vital jelang agenda internasional United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) 2026: layanan kesehatan.
Dengan target kedatangan ratusan delegasi dan pejabat dari berbagai negara, sistem medis tak boleh menyisakan celah.
Persiapan itu dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah, Amir Hasan, di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Rabu (15 April 2026). Seluruh direksi rumah sakit dan kepala puskesmas se-Kendari dilibatkan.
Pesannya jelas: kota tuan rumah harus siap menghadapi segala kemungkinan.
“Kita harus menjawab kepercayaan ini dengan pelayanan maksimal. Respons medis harus cepat dan tepat,” tegas Amir Hasan.
Skala kegiatan memang tidak kecil. Sekitar 200 kepala daerah se-Asia Pasifik dijadwalkan hadir, dengan total tamu diperkirakan mencapai 1.000 orang.
Artinya, tekanan terhadap kesiapan layanan publik—terutama kesehatan—akan meningkat drastis.
Pemkot menargetkan seluruh sistem siaga penuh mulai 6 hingga 10 Mei 2026. Masa itu mencakup kedatangan tamu, rangkaian forum utama, hingga penutupan acara.
Dinas Kesehatan kini menyusun skema pengamanan medis terpadu. Tim kesehatan akan ditempatkan di titik-titik strategis, mulai dari Bandara Haluoleo, hotel tempat delegasi menginap, hingga lokasi utama forum.
Selain itu, pola rujukan antar fasilitas kesehatan juga sedang dimatangkan agar penanganan pasien bisa berlangsung cepat tanpa hambatan birokrasi.
Sinergi rumah sakit daerah dan puskesmas menjadi kunci utama. Sistem ini diharapkan membentuk jaring pengaman kesehatan yang kuat selama event berlangsung.
Bagi Kendari, UCLG ASPAC bukan sekadar forum diplomasi antarkota. Ini ujian kesiapan sebagai tuan rumah internasional—termasuk dalam hal paling mendasar: menjamin tamu merasa aman dan terlindungi*




