KENDARI, Kongkritpost.com Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, mewakili Gubernur Sultra, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sultra yang digelar pada Kamis (8/5/2025) di ruang rapat utama DPRD. Agenda rapat tersebut adalah penyampaian penjelasan atas Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sultra Tahun 2025–2029.

Screenshot 20250510 112012 Facebook

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menekankan bahwa dokumen perencanaan ini disusun secara holistik, terukur, dan berpijak pada tantangan nyata yang dihadapi daerah ke depan. Ia menyampaikan bahwa RPJMD ini akan menjadi arah pembangunan lima tahun mendatang, dengan visi besar: “Terwujudnya Sulawesi Tenggara Maju yang Aman, Sejahtera, dan Religius.”

“Rancangan awal ini adalah titik mula dari proses kolaboratif yang kami harapkan dapat melibatkan DPRD secara aktif. Masukan yang konstruktif sangat diperlukan agar dokumen ini benar-benar mencerminkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat,” ujar Hugua.

Screenshot 20250510 111955 Facebook

Visi tersebut dijabarkan melalui tiga misi strategis yang menjadi pondasi pembangunan:

1. Menjamin hak dan perlindungan sosial serta penanganan kebencanaan masyarakat – untuk menciptakan rasa aman dan keadilan bagi seluruh warga;

2. Mendorong pertumbuhan ekonomi – dengan memanfaatkan potensi unggulan di sektor pertanian, kemaritiman, serta meningkatkan konektivitas dan peran dunia usaha;

3. Memperkuat birokrasi yang akuntabel dan berintegritas – dengan menjunjung tinggi nilai budaya lokal, kearifan, dan religiusitas.

Screenshot 20250510 112002 Facebook

Hugua juga menegaskan bahwa RPJMD ini tidak hanya dokumen administratif, tetapi kompas pembangunan daerah yang akan mengarahkan kebijakan dan prioritas anggaran secara konkret.

Rapat paripurna tersebut turut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD, perwakilan OPD, serta tokoh masyarakat. Penyusunan RPJMD ini dijadwalkan akan melalui beberapa tahapan sebelum ditetapkan secara resmi dalam Perda.

Screenshot 20250510 112007 Facebook

“Pembangunan Sulawesi Tenggara ke depan harus menyentuh semua aspek kehidupan masyarakat—dari perlindungan sosial hingga transformasi ekonomi dan tata kelola pemerintahan yang bersih. Semua pihak harus bergerak bersama,” tutup Wagub( Red)