KENDARI, Kongkritpost.com- Dunia maya kembali memanas!  Dr. Sofyan,  seorang  pensiunan  Polri  yang  kini  menjabat  sebagai  Sekretaris  Badan  Pengurus  Wilayah  Kerukunan  Keluarga  Sulawesi  Selatan  (BPW  KKSS)  Sultra,  resmi  melaporkan  seorang  konten  kreator  bernama  Tie  Saranani  ke  Polda  Sulawesi  Tenggara, Sabtu,  1 Maret 2025.

Tie  Saranani  diduga  telah  mencemarkan  nama  baik  dan  memfitnah  Sofyan  melalui  unggahan  di  platform  TikTok.

Dalam  video  yang  diunggah  di  akun  Tie  Saranani, Tie  Saranani  menuding  Sofyan  telah  menerima  uang  dalam  berbagai  transaksi,  termasuk  dugaan  praktik  jual  beli  jabatan  di  lingkungan  Pemda  Sultra,  khususnya  posisi  strategis  di  Rumah  Sakit  Bahteramas.

“Sekretaris  KKSS  yakni  Pak  Sofyan  dengar-dengar  sudah  ambil  uangnya  B,  uangnya  C.  Dia  ambil  uangnya  itu  dengan  cara  beragam.  Misalnya,  untuk  menjadi  kepala  Rumah  Sakit  Bahteramas  saja  minimal  500  jetong,”  ujar  Tie  Saranani  dalam  video  tersebut.

Sofyan  menilai  tuduhan  tersebut  tidak  hanya  mencemarkan  nama  baiknya  secara  pribadi,  tetapi  juga  merusak  kredibilitas  organisasi  yang  ia  naungi.

“Pernyataan  dalam  video  itu  tidak  benar  dan  berpotensi  menyesatkan  masyarakat,”  tegas  Sofyan.

Sofyan  melaporkan  Tie Saranani  atas  dugaan  pelanggaran  Pasal  27  ayat  (3)  jo  Pasal  45  ayat  (3)  Undang-Undang  Informasi  dan  Transaksi  Elektronik  (UU  ITE)  tentang  pencemaran  nama  baik  melalui  media  elektronik,  serta  Pasal  310  dan  311  KUHP  tentang  fitnah.  Ia  juga  menambahkan  unsur  ujaran  kebencian  berdasarkan  Pasal  28  ayat  (2)  UU  ITE  dan  Pasal  156  KUHP.

“Kami  berharap  laporan  ini  diproses  secara  hukum  agar  ada  efek  jera  bagi  pelaku  pencemaran  nama  baik  di  media  sosial,”  tutup  Sofyan.

Kasus  ini  menunjukkan  bahwa  media  sosial  bisa  menjadi  alat  untuk  mencemarkan  nama  baik  seseorang.  Penting  bagi  setiap  pengguna  media  sosial  untuk  bertanggung  jawab  atas  konten  yang  dibagikan  dan  menghindari  penyebaran  informasi  yang  tidak  benar

Hingga berita ini diterbitkan pihak pengunggah    TikTok belum dapat di konfirmasi, berita ini dipublikasikan untuk kepentingan publik( Usman)