KENDARI, Kongkritpost.com- Memasuki 100 hari masa kerja, Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara periode 2025–2030 menunjukkan komitmen kuat dalam merealisasikan visi-misi pembangunan daerah. Berbagai program prioritas mulai dijalankan sebagai jawaban atas kebutuhan riil masyarakat, dengan fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan sektor-sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, dan kemaritiman.


Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa setiap program pembangunan dirancang berdasarkan prinsip efektivitas dan kebermanfaatan. Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dilakukan dengan pendekatan kebijakan yang terarah dan transparan, serta berlandaskan janji politik yang berpihak pada masyarakat. Melalui Bappeda, perangkat daerah didorong untuk merancang program-program yang memiliki multiplier effect terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin setiap rupiah dari masyarakat kembali dalam bentuk program pembangunan yang berdampak nyata. Infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan sektor-sektor lainnya adalah prioritas utama sesuai visi-misi kami,” tegas Gubernur Andi Sumangerukka saat membuka Musrenbang di Hotel Azizah Convention Kendari, Selasa (10/6/2025).
Dalam sektor pendidikan, pemerintah provinsi telah mulai meningkatkan akses dan mutu layanan pendidikan, terutama di tingkat SMA/SMK. Program beasiswa bagi pelajar berprestasi dan siswa kurang mampu di seluruh kabupaten/kota juga mulai direalisasikan.
Di bidang kesehatan, layanan asuransi dan perlindungan kesehatan bagi masyarakat ditingkatkan, disertai pembangunan dan renovasi prasarana kesehatan yang lebih layak dan merata di seluruh wilayah.
Tak hanya itu, sektor pertanian dan kemaritiman juga menjadi perhatian utama. Pembangunan infrastruktur pertanian, penguatan ketahanan pangan, serta pemberdayaan nelayan terus digalakkan untuk mendukung terciptanya ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Gubernur Sultra juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, DPRD, Forkopimda, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat Sulawesi Tenggara atas kolaborasi yang solid selama ini.
“Capaian ini bukan milik kami semata, tapi buah dari kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Ini adalah langkah awal dari perjalanan panjang lima tahun ke depan,” ujar Gubernur Andi Sumangerukka
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Tahun 2025–2029, sebagai bagian dari pelaksanaan amanah Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Musrenbang RPJMD menjadi forum penting untuk menyelaraskan kebijakan, aspirasi masyarakat, dan arah pembangunan daerah lima tahun ke depan. Dalam forum ini, Gubernur dan Wakil Gubernur kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendengar suara rakyat dan menghadirkan kebijakan yang inklusif dan berkeadilan.
“Kami tidak akan berhenti mendengarkan masyarakat. Kami ingin setiap kebijakan yang lahir benar-benar berpihak pada kesejahteraan seluruh warga Sulawesi Tenggara,” tutup Gubernur Andi Sumangerukka.
Dengan semangat kolaborasi, integritas, dan keberpihakan kepada rakyat, 100 hari kerja ini menjadi fondasi kuat menuju Sulawesi Tenggara yang lebih maju, sejahtera, dan religius( Usman)





