KENDARI, Kongkritpost.com- Puncak penutupan peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara di pelataran eks MTQ Kendari, Senin (27/4/2026), bukan hanya menjadi panggung hiburan rakyat. Malam itu juga menjadi arena penghormatan bagi tokoh-tokoh yang dinilai memberi jejak nyata bagi kemajuan daerah.
Di tengah gemerlap perayaan, satu nama mencuri perhatian: Adi Yanto Saputra, S.Pd.I., M.Pd.I. Sosok yang dikenal sebagai konsultan UMKM, dosen praktisi, dan pegiat ekonomi kerakyatan itu resmi menerima penghargaan sebagai salah satu dari 20 Tokoh Penggerak Ekonomi Kreatif Sulawesi Tenggara.
Penghargaan tersebut diserahkan mewakili Gubernur Sulawesi Tenggara oleh Kepala Dinas Pariwisata bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sultra, di hadapan ribuan warga yang memadati lokasi acara.
Momen itu terasa simbolik. Dari kerja senyap mendampingi pelaku usaha kecil, kini diapresiasi di panggung besar provinsi.
Adi Yanto dinilai konsisten mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif, membangun kapasitas UMKM, serta memperluas cara pandang masyarakat bahwa usaha kecil bukan sektor pinggiran, melainkan tulang punggung ekonomi daerah.
Dalam sambutannya, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menegaskan pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan birokrasi. Daerah membutuhkan tokoh-tokoh penggerak yang bekerja langsung di tengah masyarakat.
“Penghargaan ini diberikan atas dedikasi, kontribusi, dan peran aktif sebagai penggerak ekonomi kreatif Sultra yang telah berinovasi, menginspirasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Sulawesi Tenggara,” ujar gubernur.
Bagi banyak pelaku UMKM, penghargaan kepada Adi Yanto adalah pesan penting: kerja nyata akhirnya menemukan panggungnya.
Di usia ke-62, Sulawesi Tenggara tampaknya ingin mengirim sinyal baru. Bahwa masa depan daerah bukan hanya dibangun dari gedung pemerintahan, tetapi juga dari ruang kelas, pasar rakyat, workshop kecil, dan tangan-tangan kreatif yang terus bergerak*




