KENDARI, Kongkritpost.com- Cahaya talenta muda dari Sulawesi Tenggara kembali bersinar terang. Malyqa Aurora Janiqa, siswi SMPN 17 Kendari, tak sekadar tampil sebagai kontestan di ajang nasional. Ia membawa serta semangat, budaya, dan nama besar Sultra menuju panggung kehormatan: Pesona Batik Nusantara 2025.

Nama Malyqa bukan nama baru di ajang nasional. Pada Januari 2025 lalu, gadis belia ini mewakili Sulawesi Tenggara di Pemilihan Duta Tenun dan Songket Indonesia dan berhasil menyabet juara empat kategori remaja. Prestasi itu bukan titik akhir, tapi awal dari langkah yang lebih besar.

Kini, Malyqa bersiap kembali ke Jakarta, mewakili Sultra dalam ajang Pesona Batik Nusantara 2025 yang digelar pada 27–29 Juni di Ballroom Menara Multi Media. Tak sendiri, ia datang dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, termasuk dari Gubernur Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka dan Wakil Gubernur Hugua.

“Pemprov Sultra mendukung penuh siswa-siswi yang berprestasi tampil di tingkat nasional untuk mempromosikan daerah. Ini bentuk komitmen kami pada regenerasi budaya dan identitas lokal,” tegas Kadispar Sultra Belli Harli Tombili, Jumat malam (20/6/2025) mewakili Gubernur ASR.

Dalam ajang ini, Malyqa juga bersaing untuk meraih Juara Favorit, yang bisa didukung melalui polling SMS dengan format LSS (spasi) C#AURORA ke nomor 99386 (tarif Rp200/SMS), berlaku hingga 28 Juni 2025 pukul 18.00 WIB.

Sebelum menapaki panggung nasional, Malyqa sukses menyabet Juara 1 kategori Remaja pada seleksi daerah Pesona Batik Nusantara 2025 yang digelar di Kendari, 1 Juni lalu. Penampilannya dalam balutan kostum Batik Glamours memukau lima dewan juri, termasuk perwakilan Wajah Pesona Indonesia, Astindo Sultra, dan Plor Management.

Menurut sang ibu, Fenny Anggaraini Natakusum, Malyqa bukan sekadar tampil cantik, tapi punya visi memperkenalkan batik khas Sultra sebagai warisan budaya Indonesia.

“Ajang ini adalah panggung kampanye budaya. Aurora membawa misi memperkenalkan batik Kendari ke tingkat nasional, agar dikenal dan dihargai lebih luas,” kata Fenny, penuh haru dan bangga.

Jika prestasi ini terus dirawat dan didukung, bukan tak mungkin, nama Malyqa Aurora Janiqa suatu hari nanti akan sejajar dengan ikon-ikon budaya nasional—dimulai dari sebuah panggung, sehelai batik, dan keyakinan kuat bahwa budaya lokal adalah kekuatan besar bangsa( Red)