JAKARTA, Kongkritpost.com- Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulawesi Tenggara menggelar Workshop Penguatan Kapasitas Pelaku Kegiatan Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) Tahun Anggaran 2025. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, Rabu hingga Jumat, 23–25 Juli 2025, di Jakarta.
Workshop ini dibuka langsung oleh Kepala BPBPK Sultra, Tarso, S.T., M.T., yang dalam sambutannya menekankan bahwa PISEW tahun ini secara substansial mengacu pada Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI. Konsep itu mencakup arah besar pembangunan nasional: dari kemandirian pangan, energi, dan air, hingga penguatan ekonomi kreatif dan ekonomi biru yang berbasis potensi lokal.
Menurut Tarso, pendekatan PISEW 2025 tak hanya sekadar membangun fisik infrastruktur, melainkan menciptakan fondasi ekonomi wilayah berbasis sektor unggulan seperti agropolitan dan minapolitan. Infrastruktur dasar di wilayah pertanian dan kelautan ini diharapkan menjadi pemicu kebangkitan ekonomi lokal, sekaligus solusi konkret menuju swasembada dan pemerataan pembangunan.
“PISEW 2025 bukan hanya kelanjutan program, tetapi transformasi arah pembangunan desa. Inilah cara kita menjemput masa depan desa dengan kekuatan lokal,” ujar Tarso.
Sementara itu, mewakili Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ir. Ashri Salam menyampaikan dukungan kuat parlemen terhadap program berbasis masyarakat seperti PISEW dan IBM. Ia mengungkapkan bahwa lima kecamatan yang menjadi lokasi awal PISEW di Sulawesi Tenggara—tersebar di Konawe Selatan, Buton Tengah, dan Muna—adalah hasil dari usulan pihaknya dalam tahapan awal.

Ia berharap agar dalam PISEW tahap kedua, lebih banyak kabupaten di Sultra turut terlibat sebagai lokasi pelaksanaan, demi tercapainya pemerataan infrastruktur antarwilayah.
“Kegiatan seperti ini menyentuh langsung denyut kebutuhan rakyat. Program partisipatif seperti IBM dan PISEW adalah wajah pembangunan yang membumi,” ujar Ashri dalam pesannya.
Workshop ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di sektor permukiman dan pengembangan kawasan, antara lain Kepala Satuan Kerja Prasarana Permukiman Heber dan perwakilan dari Pengembangan Kawasan Strategis (PKS), Josua B. Sihotang. Selama tiga hari ke depan, para peserta akan dibekali materi teknis dan strategis agar pelaksanaan PISEW 2025 di lapangan bisa berjalan optimal dan adaptif terhadap kebutuhan riil masyarakat( Red)


