KENDARI, Kongkritpost.com- Kota Kendari mulai berdenyut lebih cepat. Sehari menjelang pembukaan HUT ke-62 Sulawesi Tenggara, suasana di kawasan eks MTQ berubah menjadi panggung besar yang belum sepenuhnya selesai—tapi sudah terasa megahnya.
Jumat besok (24/4/2026), perayaan resmi akan dimulai. Tapi tanda-tandanya sudah jelas sejak sekarang: suara musik tari menggema, panggung berdiri, dan paviliun daerah tumbuh seperti “miniatur Sultra” dalam satu hamparan.
Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi pada Kamis (23/4/2026) di satu sudut, para penari menjalani gladi bersih. Gerak mereka belum sepenuhnya final, tapi ritmenya sudah terbaca—pertunjukan ini disiapkan bukan sekadar tampil, tapi memikat. Kostum-kostum tradisional mulai dikenakan, memberi warna pada ruang yang sebelumnya hanya rangka dan tenda.
Di sisi lain, aktivitas paling padat justru ada di deretan stand pameran. Sebanyak 17 kabupaten/kota berlomba menampilkan identitas terbaiknya. Bukan sekadar dekorasi, tapi representasi karakter daerah.
Ada yang mengangkat arsitektur rumah adat, ada yang bermain pada detail ornamen, ada pula yang menonjolkan warna khas budaya lokal. Hasilnya: satu lokasi, banyak wajah.
Konsep yang diusung dalam Halo Sultra Expo bukan sekadar pameran. Ini adalah etalase besar: pembangunan, investasi, hingga produk unggulan daerah.
Di dalamnya, pengunjung akan menemukan tiga “magnet utama”. Pertama, kriya dan tenun—produk budaya yang tidak hanya estetis, tapi juga bernilai ekonomi. Kedua, inovasi daerah—mulai dari layanan publik hingga capaian pembangunan. Ketiga, promosi wisata—visualisasi destinasi yang selama ini tersembunyi.
Meski belum dibuka, antusiasme publik sudah terasa. Warga mulai berdatangan, sekadar melihat persiapan atau menikmati suasana. Ada semacam kerinduan yang terjawab—kerinduan akan ruang hiburan yang juga punya makna.
Para pekerja, panitia, hingga kontingen daerah terlihat bekerja tanpa jeda. Targetnya satu: semua harus siap saat pembukaan. Tidak ada ruang untuk setengah jadi.
“Semangatnya terasa sekali. Setiap daerah membawa ciri khasnya masing-masing,” ujar salah satu panitia di lokasi.
Jika melihat ritme persiapan, HUT Sultra tahun ini bukan hanya soal perayaan usia. Ia menjadi panggung konsolidasi identitas—bagaimana daerah menunjukkan diri, saling mengenal, dan membangun kebanggaan bersama.
Besok, semua akan resmi dimulai.
Dan Kendari, untuk beberapa hari ke depan, akan menjadi wajah Sulawesi Tenggara dalam satu panggung besar*




