KOLAKA, Kongkritpost.com- Jagat media sosial di Kabupaten Kolaka  Sulawesi Tenggara kembali dibuat gaduh. Sebuah video amatir yang memperlihatkan puluhan warga negara asing (WNA) diduga asal Tiongkok berjalan beriringan sambil menarik koper di pinggir jalan viral dan memicu beragam reaksi publik.

Video yang disebut direkam di sekitar kawasan Bandara Sangia Nibandera, Kabupaten Kolaka, itu mulai beredar luas pada Sabtu (16/5/2026). Dalam rekaman berdurasi singkat tersebut, tampak sejumlah pria mengenakan pakaian kasual berjalan kaki sambil membawa koper besar layaknya rombongan pekerja yang baru tiba dari perjalanan udara.

Narasi dalam video langsung menyulut perhatian. Perekam video melontarkan keluhan soal banyaknya tenaga kerja asing yang dinilai terus berdatangan ke wilayah industri PT IPIP di Pomala Kabupaten kolaka  Sulawesi Tenggara, sementara sebagian masyarakat lokal masih kesulitan memperoleh pekerjaan.

“Tiap hari ini China datang kerja di perusahaan, sementara orang lokal menunggu terus,” ucap pria dalam video dengan nada kecewa.

Pernyataan itu sontak memancing perdebatan di media sosial. Sebagian warganet mempertanyakan transparansi perekrutan tenaga kerja di kawasan industri dan pertambangan, sementara lainnya meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan sebelum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang.

Dalam video tersebut juga terlihat sebuah mobil minibus berwarna biru milik Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kabupaten Kolaka terparkir di lokasi saat rombongan WNA melintas. Arus kendaraan di sekitar jalan tampak padat merayap.

Fenomena kedatangan tenaga kerja asing sebenarnya bukan isu baru di Sulawesi Tenggara. Provinsi yang kaya sumber daya nikel itu dalam beberapa tahun terakhir memang menjadi magnet investasi besar, terutama di sektor pertambangan dan smelter. Konsekuensinya, kebutuhan tenaga ahli asing kerap menjadi bagian dari operasional perusahaan.

Namun di sisi lain, isu tenaga kerja asing selalu menjadi topik sensitif di tengah tingginya harapan masyarakat lokal terhadap peluang kerja dari hadirnya industri besar di daerah mereka.

Media sosial di Kendari menilai, viralnya video tersebut menunjukkan masih kuatnya kecemasan sosial masyarakat terkait persaingan tenaga kerja di kawasan industri.

“Ketika lapangan kerja lokal dianggap belum sepenuhnya terbuka, kehadiran pekerja asing akan mudah memicu sentimen publik,” ujar salah satu warga dimedia sosial.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Imigrasi, pemerintah daerah, maupun otoritas bandara terkait identitas, tujuan kedatangan, serta status pekerjaan rombongan WNA dalam video tersebut.

Karena itu, informasi mengenai legalitas dokumen maupun perusahaan tujuan para WNA tersebut masih menunggu klarifikasi resmi dari instansi terkait*