KENDARI, Kongkritpost.com- Kota Kendari selama tiga hari ke depan menjadi pusat perhatian kawasan timur Indonesia. Sebanyak 17 wali kota dari Sulawesi, Maluku, dan Papua berkumpul dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), membahas berbagai persoalan yang kini dihadapi pemerintah daerah.
Mulai dari persoalan sampah yang semakin kompleks, keterbatasan fiskal daerah, pembiayaan PPPK, hingga tantangan pembangunan perkotaan menjadi agenda utama dalam forum tersebut.
Ketua APEKSI Komwil VI yang juga Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengatakan Rakorwil tahun ini mengusung tema Kolaborasi dan Sinergi Membangun Indonesia Timur dengan fokus utama pada penanganan dan pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.
Menurut Siska, persoalan sampah kini bukan lagi sekadar urusan kebersihan kota, melainkan telah menjadi isu nasional yang mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat.
“Persoalan sampah menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Karena itu, forum ini menghadirkan berbagai kepala daerah untuk saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan sampah di daerah masing-masing,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Sebagai Ketua Komwil VI, Siska menegaskan bahwa semangat utama APEKSI adalah memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di beberapa kota besar, tetapi merata di seluruh kawasan timur Indonesia.
“Kita ingin semua kota tumbuh bersama. Tidak boleh ada yang tertinggal. Kolaborasi menjadi kunci untuk mempercepat kemajuan daerah,” tegasnya.
Forum tersebut juga menjadi ruang konsolidasi menjelang Rakernas APEKSI yang akan digelar di Medan pada akhir Juni hingga awal Juli 2026.
Tauhid Soleman yang mewakili Pengurus Pusat APEKSI menyebut hasil Rakorwil Kendari akan menjadi bahan rekomendasi resmi yang dibawa ke tingkat nasional.
Menurutnya, hampir seluruh pemerintah kota saat ini menghadapi tantangan serupa, terutama akibat tekanan ekonomi global dan kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada kapasitas fiskal daerah.
“Melalui APEKSI, kota-kota bisa saling belajar dan mencari solusi bersama. Kolaborasi saat ini bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan,” katanya.
Selain persoalan sampah, forum juga membahas berbagai isu strategis lain seperti transfer ke daerah, pembiayaan PPPK, pembangunan infrastruktur, transformasi digital, mitigasi bencana, perubahan iklim, hingga ketahanan ekonomi perkotaan.
APEKSI juga tengah menyiapkan sejumlah program nasional, termasuk penyusunan buku City Branding dan Center of Excellence yang akan memuat potensi unggulan dari 98 kota di Indonesia sebagai sarana promosi investasi dan pariwisata ke tingkat internasional.
Dengan menjadi tuan rumah Rakorwil VI, Kendari tidak hanya menjadi lokasi pertemuan para wali kota, tetapi juga tampil sebagai pusat lahirnya gagasan dan rekomendasi strategis bagi masa depan pembangunan kawasan timur Indonesia. Momentum ini sekaligus menegaskan posisi Kendari sebagai salah satu kota yang semakin diperhitungkan dalam peta pembangunan nasional*







