KENDARI, Kongkritpost.com- Kesuksesan penyelenggaraan Silaturahmi Akbar Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara tidak hanya diukur dari kemeriahan acara dan besarnya jumlah peserta. Panitia juga memastikan lokasi kegiatan kembali bersih setelah seluruh rangkaian acara berakhir.

Sesaat setelah kegiatan selesai di kawasan Eks MTQ Kota Kendari, Minggu (19/7/2026), puluhan relawan bersama petugas kebersihan langsung bergerak mengumpulkan sampah yang tersebar di area kegiatan. Berbagai jenis sampah, mulai dari kemasan makanan, botol minuman, kardus hingga plastik, dimasukkan ke dalam kantong-kantong besar untuk selanjutnya diangkut keluar lokasi.

Untuk mempercepat proses pembersihan, panitia bahkan menambah satu unit armada truk khusus pengangkut sampah. Armada tersebut diterjunkan agar seluruh sampah hasil kegiatan dapat segera dibawa menuju tempat pembuangan tanpa menumpuk di sekitar lokasi.

Koordinator Humas Silaturahmi Akbar KKMM Sultra, La Ode Muhram Naadu, mengatakan panitia sejak awal telah menyiapkan skema penanganan kebersihan sebagai bagian dari tanggung jawab penyelenggara.

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa kegiatan besar seperti ini tidak hanya sukses pelaksanaannya, tetapi juga meninggalkan kesan baik. Karena itu, setelah acara selesai, seluruh tim langsung bergerak membersihkan lokasi bersama para relawan,” ujarnya.

Menurutnya, aksi bersih-bersih tersebut juga melibatkan generasi muda Muna yang secara sukarela membantu mengumpulkan sampah di seluruh area kegiatan.

Panitia juga berkoordinasi dengan petugas kebersihan dan instansi terkait agar proses pengangkutan sampah menuju tempat pembuangan akhir berjalan cepat sehingga kawasan Eks MTQ dapat kembali bersih seperti semula.

Bagi KKMM Sulawesi Tenggara, menjaga kebersihan merupakan bagian dari nilai budaya yang harus ditunjukkan kepada masyarakat. Kerukunan tidak hanya diwujudkan melalui silaturahmi dan pelestarian adat, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan.

Panitia berharap langkah tersebut dapat menjadi contoh bahwa setiap kegiatan berskala besar harus diakhiri dengan tanggung jawab menjaga kebersihan fasilitas publik.

Dengan dukungan relawan, armada tambahan, dan kerja sama seluruh peserta, proses pembersihan berlangsung cepat. Menjelang sore hari, sebagian besar area pelaksanaan Silaturahmi Akbar telah kembali tertata rapi, menandai berakhirnya sebuah perhelatan budaya yang tidak hanya sukses mempererat persaudaraan masyarakat Muna, tetapi juga menunjukkan kepedulian nyata terhadap kebersihan lingkungan*