KENDARI, Kongkritpost.com- Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Kendari mulai menunjukkan perubahan. Dalam beberapa hari terakhir, panjang antrean yang sebelumnya mengular kini terlihat lebih berkurang.

Perubahan tersebut langsung dirasakan masyarakat yang selama ini harus menghabiskan waktu cukup lama hanya untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

Bagi warga, berkurangnya antrean bukan sekadar persoalan kenyamanan. Kondisi itu berarti waktu yang sebelumnya habis di SPBU dapat kembali digunakan untuk bekerja, mengantar keluarga maupun menjalankan aktivitas lainnya.

Andika, salah seorang warga yang ditemui Jumat (18/9/2026), mengatakan situasi antrean saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

Ia mengaku biasanya memilih SPBU berdasarkan kondisi antrean. Jika melihat antrean terlalu panjang, dirinya memilih mencari SPBU lain yang relatif lebih lengang.

“Alhamdulillah, jauh bedalah daripada hari-hari kemarin. Kalau ini sudah tidak terlalu antre,” ujar Andika.

Menurutnya, antrean panjang sebelumnya cukup merepotkan, terutama bagi warga yang memiliki keperluan mendesak atau harus melakukan perjalanan ke luar daerah.

Ia bahkan pernah menghabiskan waktu sekitar empat jam untuk mengantre BBM ketika hendak melakukan perjalanan ke Kolaka.

Saat itu, Andika sedang terburu-buru menuju Kolaka untuk mengambil buah. Namun, rencana perjalanan harus menyesuaikan dengan kondisi antrean BBM.

“Kalau kemarin itu, empat jam. Baru kita buru-buru mau ambil buah,” tuturnya.

Cerita tersebut menggambarkan bagaimana persoalan antrean BBM sempat memengaruhi aktivitas warga. Bukan hanya pengendara yang menggunakan kendaraan untuk bekerja, tetapi juga masyarakat yang membutuhkan BBM untuk perjalanan antardaerah.

Kondisi serupa sebelumnya juga terlihat di sejumlah SPBU lain di Kendari. Antrean kendaraan bahkan menjadi pemandangan rutin pada jam-jam tertentu.

Kini, ketika antrean mulai berkurang, masyarakat berharap perubahan tersebut bukan sekadar kondisi sementara.

Warga lainnya, Yusuf, mengaku lega melihat antrean mulai lebih pendek. Menurutnya, antrean panjang cukup melelahkan karena pengendara harus menunggu dalam waktu lama, termasuk di bawah terik matahari.

“Bagus. Berarti pemerintah ada perhatian ini untuk meringankan penderitaan masyarakat selama ini,” ujar Yusuf.

Yusuf mengatakan dirinya juga kerap berpindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya demi mendapatkan BBM dengan waktu tunggu yang lebih singkat.

Salah satu lokasi yang pernah menjadi tempatnya mengantre adalah SPBU Andonohu. Namun, berdasarkan pengamatannya saat melintas, kondisi antrean di kawasan tersebut mulai berubah.

“Biasanya di sini agak panjang juga. Hari ini sudah berkurang,” katanya.

Berkurangnya antrean menjadi sinyal positif setelah beberapa waktu terakhir persoalan BBM menjadi perhatian masyarakat Kendari.

Meski demikian, warga berharap perbaikan tersebut dapat dipertahankan. Sebab, bagi masyarakat, ukuran keberhasilan penanganan bukan hanya antrean yang berkurang sesaat, melainkan ketersediaan BBM yang stabil dan pelayanan yang membuat pengendara tidak perlu kembali menghabiskan waktu berjam-jam di SPBU.

Jika kondisi tersebut terus terjaga, aktivitas masyarakat pun diharapkan kembali berjalan lebih normal.

Pengendara tidak lagi harus menghitung perjalanan berdasarkan panjang antrean SPBU, sementara pelaku usaha dan warga yang menggantungkan mobilitas pada kendaraan dapat menjalankan aktivitas tanpa terganggu persoalan pengisian BBM.

Kini masyarakat tinggal berharap satu hal: antrean yang mulai terurai ini benar-benar menjadi tanda bahwa persoalan BBM di Kendari bergerak menuju kondisi yang lebih normal*