KENDARI, Kongkritpost.com– Setelah lama menjadi keluhan warga, ruas jalan Pangkohulu di Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara, akhirnya masuk dalam daftar penanganan prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Perbaikan darurat bahkan dijadwalkan mulai dikerjakan pada Juni 2026 untuk mengatasi titik-titik kerusakan yang selama ini menghambat mobilitas masyarakat.
Kecamatan Kambowa dikenal sebagai salah satu kawasan strategis penghasil komoditas pertanian dan kelautan di Buton Utara. Karena itu, kondisi jalan yang rusak selama bertahun-tahun dinilai ikut memengaruhi kelancaran distribusi hasil produksi masyarakat.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, melalui Kepala Dinas Kominfo Sultra, Andi Syahrir, menegaskan bahwa pemerintah provinsi telah menyiapkan langkah bertahap untuk membenahi sejumlah ruas jalan prioritas di wilayah tersebut.
Menurutnya, perhatian terhadap infrastruktur Buton Utara sebenarnya telah dimulai sejak tahun lalu. Pada 2025, Pemprov Sultra telah menangani beberapa ruas jalan strategis dengan total panjang sekitar 16 kilometer.
Kini, program tersebut berlanjut pada tahun 2026 dengan fokus tambahan pada ruas yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat.
Salah satunya adalah ruas Pangkohulu di Kecamatan Kambowa yang sempat menjadi sorotan karena kerusakan parah pada sejumlah titik, terutama di area tanjakan yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Sebagai langkah cepat, Pemprov Sultra akan melakukan pemeliharaan darurat sepanjang sekitar 150 meter pada titik paling kritis.
“Bagian yang paling rawan akan ditangani lebih dahulu agar mobilitas masyarakat tetap berjalan aman sambil menunggu program pembangunan yang lebih besar,” kata Andi Syahrir Jumat (5/6/2026)
Tidak berhenti pada penanganan sementara, pemerintah juga telah menyiapkan rencana pembangunan lebih menyeluruh melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.
Dalam usulan yang sedang disiapkan Dinas Bina Marga Sultra, ruas Pangkohulu direncanakan mendapatkan pembangunan sepanjang lima kilometer.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mempercepat perputaran ekonomi masyarakat di daerah pesisir dan sentra produksi.
Pemprov Sultra juga menepis anggapan bahwa kerusakan jalan yang terjadi selama bertahun-tahun dibiarkan tanpa solusi.
Menurut Andi Syahrir, sejumlah ruas yang sebelumnya sering menjadi keluhan warga kini telah masuk dalam agenda penanganan pemerintah, termasuk ruas Lalambua dan beberapa ruas jalan di Kolaka Utara yang sempat viral karena kondisinya memprihatinkan.
“Pemerintah hadir untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat. Penanganan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran dan skala prioritas,” ujarnya.
Bagi warga Kambowa, dimulainya perbaikan jalan Pangkohulu bukan sekadar proyek fisik. Jalan tersebut merupakan urat nadi aktivitas ekonomi yang menghubungkan hasil pertanian, perikanan, dan berbagai kebutuhan masyarakat menuju pusat-pusat perdagangan.
Karena itu, kabar dimulainya perbaikan pada Juni ini menjadi harapan baru agar akses transportasi semakin lancar dan aktivitas ekonomi masyarakat Buton Utara dapat bergerak lebih cepat*







