KENDARI, Kongkritpost.com- Rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kota Kendari mulai mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Kendari. Namun sebelum kawasan baru itu berdiri, pemerintah memastikan satu hal penting: masyarakat pesisir harus dilibatkan dan didengar.

IMG 20260630 WA0165 1140x760 1

Proyek yang digadang-gadang menjadi salah satu penggerak ekonomi baru kawasan pesisir ini tidak hanya diarahkan untuk menghadirkan bangunan fisik. Pemerintah ingin memastikan fasilitas yang dibangun benar-benar menjawab kebutuhan nelayan dan memberi manfaat jangka panjang.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, saat melakukan peninjauan langsung lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Tondonggeu, Kecamatan Nambo, Selasa (30/6/2026).

IMG 20260630 WA0162 1140x898 1

Dalam kunjungan tersebut, Sudirman didampingi Kepala Dinas Perikanan Kota Kendari, Camat Nambo, serta Lurah Tondonggeu. Mereka melihat langsung kondisi lokasi sekaligus memastikan kesiapan kawasan sebelum pembangunan dimulai.

Menurut Sudirman, keberhasilan sebuah pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan atau fasilitas baru, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.

IMG 20260630 WA0169 1140x760 1

Karena itu, ia meminta agar aspirasi warga menjadi bagian utama dalam proses perencanaan. Masyarakat yang sehari-hari beraktivitas di kawasan pesisir dianggap paling memahami kebutuhan yang harus dipenuhi.

“Sebelum pembangunan dimulai, masyarakat harus diajak berdiskusi dan dimintai masukan. Nantinya merekalah yang akan menggunakan fasilitas ini, sehingga apa yang dibangun benar-benar sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat nyata,” kata Sudirman.

IMG 20260630 WA0167 1140x809 1

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Kendari akan terus mengawal seluruh tahapan pembangunan agar berjalan sesuai tujuan. Pemerintah juga ingin memastikan program tersebut tidak hanya selesai sebagai proyek infrastruktur, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Sudirman menyebut koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut. Berbagai potensi persoalan di lapangan harus diantisipasi sejak awal, baik menyangkut aspek sosial, lingkungan, maupun penataan kawasan.

“Pemerintah Kota Kendari tegak lurus mendukung program strategis nasional ini. Selama membawa manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat, tentu harus didukung agar berjalan dengan baik,” ujarnya.

Kampung Nelayan Merah Putih sendiri akan dibangun di tiga kawasan pesisir Kota Kendari, yakni Kelurahan Tondonggeu, Puday, dan Sambuli. Total anggaran pembangunan diperkirakan mencapai sekitar Rp11 miliar.

Menariknya, konsep pembangunan di setiap wilayah tidak dibuat seragam. Pemerintah menyesuaikan desain dengan kondisi dan karakter masing-masing kawasan.

Di Kelurahan Puday, pembangunan akan menggunakan konsep konstruksi di atas laut. Konsep ini dipilih agar pembangunan tidak menggunakan lahan bersertifikat milik masyarakat sehingga dapat menghindari persoalan kepemilikan lahan.

Sementara di Kelurahan Tondonggeu, pembangunan memanfaatkan lahan eks aset Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan luas sekitar setengah hektare. Kawasan tersebut tetap memperhatikan keberadaan ekosistem mangrove sebagai bagian penting lingkungan pesisir.

Sedangkan di Kelurahan Sambuli, pemerintah menyiapkan fasilitas parkir tambat perahu sepanjang kurang lebih 1.000 meter. Fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung aktivitas nelayan sekaligus membuat kawasan pesisir lebih tertata.

Namun program ini tidak berhenti pada pembangunan fisik. Pemerintah juga menyiapkan pola pemberdayaan masyarakat agar warga lokal menjadi bagian dari pengelolaan kawasan.

Setelah seluruh fasilitas selesai dibangun, pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih akan diarahkan kepada Koperasi Desa Merah Putih di masing-masing kelurahan. Dengan begitu, manfaat ekonomi dari kawasan tersebut diharapkan terus berputar dan dirasakan masyarakat sekitar.

Program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas kawasan pesisir sekaligus memperkuat sektor perikanan. Pemerintah Kota Kendari berharap kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih dapat menjadi titik perubahan bagi kehidupan masyarakat nelayan.

Bukan hanya menghadirkan wajah baru kawasan pesisir, tetapi juga membuka peluang usaha, memperkuat ekonomi warga, dan menjadikan nelayan sebagai pelaku utama dalam pembangunan( Red)