KENDARI, Kongkritpost.com- Destinasi wisata kebanggaan Kota Kendari, Pantai Nambo, terus memperlihatkan tren pertumbuhan yang sangat positif sepanjang tahun 2026. Tidak hanya semakin diminati sebagai pusat rekreasi favorit masyarakat, kawasan pesisir ini juga menjelma menjadi salah satu motor penggerak dan penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kian signifikan bagi Kota Kendari.
Berdasarkan data terbaru hingga November 2026, PAD yang berhasil dihimpun dari pengelolaan kawasan wisata Pantai Nambo telah mencatatkan angka fantastis, yakni mencapai sekitar Rp1,297 miliar. Bersamaan dengan itu, tingkat kunjungan wisatawan juga melonjak tajam dengan menembus angka 97 ribu orang.
Capaian gemilang ini tentu saja menjadi angin segar sekaligus berita menggembirakan bagi Pemerintah Kota Kendari, khususnya Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pasalnya, realisasi pendapatan Pantai Nambo saat ini telah jauh melampaui target awal yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni yang dipatok sebesar Rp600 juta.
Kendati telah melampaui target awal, Pemerintah Kota Kendari tidak lantas berpuas diri. Melalui kebijakan APBD Perubahan, target PAD Pantai Nambo justru direvisi naik menjadi Rp1,3 miliar. Melihat tren positif yang sedang berjalan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari sangat optimistis target baru tersebut tidak hanya akan tercapai, melainkan berpeluang besar untuk terlampaui sebelum tutup tahun 2026.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari, Hermawati, ST., M.T., mengungkapkan bahwa lonjakan pendapatan dan kunjungan tersebut merupakan hasil dari kerja keras pemerintah dalam memperkuat daya tarik Pantai Nambo secara komprehensif. Salah satu strategi utama yang digencarkan adalah konsistensi dalam menghadirkan berbagai kegiatan dan event menarik di kawasan pantai. Kehadiran ragam acara tersebut dinilai sangat efektif dalam menciptakan daya tarik magnetis yang memotivasi masyarakat untuk datang berkunjung secara berulang Sabtu (7/11/2026)
Bagi Hermawati, pengembangan kawasan wisata modern tidak bisa lagi hanya mengandalkan keindahan panorama alam semata. Diperlukan sentuhan inovasi, kreativitas, dan penyelenggaraan agenda rutin yang mampu menyuguhkan pengalaman unik dan berbeda bagi setiap wisatawan yang datang.
Meski demikian, Hermawati mengingatkan bahwa peningkatan arus kunjungan harus selalu diimbangi dengan komitmen tinggi terhadap kualitas pengelolaan kawasan. Aspek fundamental seperti keamanan, kenyamanan, ketertiban, dan kebersihan lingkungan pantai tetap menjadi prioritas mutlak yang wajib dijaga bersama.
Ia berharap Pantai Nambo ke depannya dapat terus bertransformasi menjadi destinasi wisata unggulan yang tidak hanya ramai sesaat pada momentum tertentu, melainkan memiliki daya tarik yang berkelanjutan Menurutnya, parameter keberhasilan sebuah destinasi wisata modern tidak diukur semata-mata dari kuantitas pengunjung yang datang, melainkan dari kualitas pengalaman emosional yang dirasakan selama berada di lokasi.
Dengan kualitas pelayanan dan pengalaman yang berkesan, wisatawan diharapkan tidak sekadar datang berkunjung satu kali, melainkan memiliki kerinduan dan keinginan yang kuat untuk kembali menikmati atmosfer Pantai Nambo di masa mendatang.
“Harapan kita bukan pengunjung sekali datang, tetapi pengunjung yang ingin kembali datang. Karena dia punya cerita, mungkin di situ dia punya pengalaman yang menyenangkan selama menikmati suasana di Pantai Nambo,” ujar Hermawati saat memberikan keterangannya pada Jumat (6/11/2026).
#Lonjakan Kunjungan Teringgi di Bulan Juni#
Jika ditinjau dari pergerakan kunjungan wisatawan, momentum liburan terbukti masih menjadi faktor pendorong utama yang mendongkrak tingkat kunjungan ke Pantai Nambo. Berdasarkan catatan historis Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari sepanjang tahun 2026, puncak kunjungan tertinggi terjadi pada bulan Juni lalu.
Lonjakan signifikan tersebut bertepatan dengan masa libur panjang sekolah, di mana masyarakat dari berbagai kalangan memanfaatkan waktu luang tersebut untuk berlibur, berkumpul, dan menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga maupun kerabat terdekat.
Fenomena ini memberikan sinyal kuat bahwa Pantai Nambo menyimpan potensi ekonomi dan pariwisata yang sangat besar. Potensi tersebut tentu memerlukan pengelolaan yang berkelanjutan, yang ditopang oleh penguatan strategi promosi digital, diversifikasi event, serta peningkatan mutu pelayanan fasilitas publik di area wisata.
Dengan perolehan angka kunjungan yang telah menyentuh kisaran 97 ribu orang, Pantai Nambo kini memiliki peluang emas untuk memperluas penetrasi pasar wisatawannya, termasuk menarik minat pelancong dari luar wilayah Kota Kendari dan Sulawesi Tenggara secara lebih luas.
Di sisi lain, perolehan PAD yang hampir menyentuh angka Rp1,3 miliar menegaskan bahwa sektor pariwisata lokal kini memiliki kapasitas kontribusi yang semakin strategis dalam memperkuat struktur fiskal dan kemandirian daerah.
Oleh karena itu, arah pengembangan Pantai Nambo ke depan dirancang agar tidak terjebak pada orientasi kuantitatif semata—seperti perburuan angka kunjungan dan pendapatan. Lebih dari itu, pemerintah berkomitmen menghadirkan kawasan wisata pesisir yang tertata rapi, ramah keluarga, aman, dan menanamkan citra positif yang membekas di hati setiap pelancong.
Melalui sinergi berbagai program pembangunan dan inovasi pelayanan publik yang konsisten, Pantai Nambo diyakini akan semakin kokoh menempatkan posisinya sebagai ikon destinasi pariwisata andalan Kota Kendari. Kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang publik bagi masyarakat untuk menikmati keindahan alam pesisir, tetapi juga menjelma sebagai aset strategis daerah yang mendatangkan multiplier effect serta manfaat ekonomi berkesinambungan bagi kesejahteraan masyarakat luas*




