KENDARI, Kongkritpost.com- Tak ada lagi ruang untuk pembiaran. Pemerintah Kota Kendari mulai membongkar wajah lama Teluk Kendari yang selama ini dipenuhi bangkai kapal.

Rabu (1 April 2026), aksi itu dimulai dari kawasan Papalimba. Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, turun langsung memimpin apel gabungan sebelum operasi pembersihan digelar.

Sekitar 1.000 personel diterjunkan. Unsur TNI, Polri, Basarnas, KSOP hingga OPD bergerak serentak. Targetnya jelas: 15 bangkai kapal harus dibongkar pada tahap ini.

Ini bukan sekadar bersih-bersih biasa. Papalimba menjadi titik krusial karena akan menjadi salah satu lokasi penting dalam rangkaian agenda United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) pada 7–9 Mei 2026.

“Kita tidak ingin tamu datang melihat kondisi yang semrawut. Ini soal kesiapan dan wajah kota,” tegas Siska.

Selama ini, bangkai kapal di Teluk Kendari menjadi ironi. Terlihat jelas di jantung kota, namun tak tersentuh. Kini, menjelang event internasional, kondisi itu dipaksa berubah.

Usai apel, personel langsung bergerak. Pembongkaran dilakukan bertahap, mengingat sebagian kapal dalam kondisi berat dan memerlukan alat serta koordinasi ekstra.

Wali Kota tak hanya memberi instruksi dari jauh. Ia turun ke lapangan, memantau langsung sekaligus memastikan pekerjaan berjalan.

Namun pesan yang dibawa lebih besar dari sekadar event. Pemerintah ingin momentum ini menjadi titik balik penataan kawasan pesisir.

“Ini tidak boleh berhenti di sini. Harus berlanjut,” ujarnya.

Dengan operasi besar ini, Kendari tengah berbenah. Dari teluk yang sempat kumuh, menuju etalase kota yang siap menyambut tamu kawasan Asia Pasifik*