KENDARI, Kongkritpost.com- Turnamen sepak bola Kapolda Cup 2024 yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79 resmi ditutup pada Jumat, 4 Oktober 2024, di Gazebo Tribun Presisi Polda Sultra. Kapolda Sulawesi Tenggara, Irjen Pol Dwi Irianto, S.I.K., M.Si, menutup acara tersebut dengan penuh kebanggaan dan apresiasi atas suksesnya gelaran turnamen yang berlangsung sejak 24 Juli hingga 31 Agustus 2024.
Dalam sambutannya, Irjen Dwi Irianto menyatakan bahwa turnamen sepak bola ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh personel Polda Sultra, mengingat pelaksanaannya yang berjalan dengan lancar meski berdurasi cukup panjang. Sebanyak 19 tim dari berbagai wilayah di Sultra turut berkompetisi dalam ajang ini.
“Dengan perencanaan dan kesiapan yang matang, turnamen ini bukan hanya menjadi kompetisi yang sangat kompetitif, tetapi juga hiburan bagi masyarakat. Meski penuh persaingan, semua tim tetap menjunjung tinggi kebersamaan dan sportivitas,” ujar Kapolda Sultra.
Kapolda juga menyampaikan terima kasih kepada semua tim yang telah berpartisipasi, menunjukkan semangat kompetisi yang tinggi tanpa mengabaikan nilai sportivitas. Ia berharap turnamen ini bisa menjadi agenda tahunan yang tidak hanya mendongkrak prestasi olahraga di Sultra, tapi juga memperkuat persatuan dan kebersamaan antarwilayah.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Konawe Utara, AKBP Priyo Utomo, S.H., S.I.K., berhasil menyabet gelar Best Player, atau pemain terbaik menambah kemeriahan acara penutupan ini. Priyo Utomo yang juga Ketua Panitia Pelaksana turnamen, turut menerima piala atas pencapaiannya.
Penutupan turnamen turut dihadiri oleh Rektor Universitas Halu Oleo, Prof. Dr. Muhammad Zamrun Firihu, S.Si., M.Si., M.Sc., yang juga menjabat sebagai Ketua Asprov PSSI Sultra. Selain itu, Wakapolda Sultra Brigjen Pol Amur Chandra Juli Buana, S.H., M.H., dan Irwasda Kombes Pol Hartoyo, S.I.K., beserta jajaran pejabat utama Polda Sultra juga hadir menyaksikan penutupan ini.
Dengan berakhirnya Kapolda Cup 2024, semangat untuk terus memajukan olahraga dan mempererat hubungan sosial di Sulawesi Tenggara kembali disuarakan. Turnamen ini membuktikan bahwa olahraga bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga tentang bagaimana olahraga mampu menyatukan berbagai kalangan demi tujuan bersama( Red)



