KENDARI, Kongkritpost.com- Tak ingin wajah kota tercoreng di hadapan tamu internasional, Pemerintah Kota Kendari bergerak cepat. Targetnya jelas: bersihkan Teluk Kendari dari bangkai kapal yang selama ini dibiarkan.

Langkah tegas itu dipimpin langsung Wakil Wali Kota, Sudirman, dalam rapat strategis jelang agenda United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC), Selasa (31 Maret 2026).

Nada rapat tak lagi normatif. Sudirman menegaskan ini bukan sekadar persiapan acara, melainkan soal harga diri kota.

“Ini soal etika menyambut tamu. Kita tidak bisa biarkan Teluk Kendari terlihat semrawut,” tegasnya.

Instruksi pun langsung turun. Seluruh OPD diminta tidak hanya duduk di belakang meja, tetapi turun ke lapangan. Pembersihan akan dilakukan secara masif, dengan dukungan peralatan berat hingga alat manual seperti gergaji mesin, kapak, dan tali.

Sekretaris Daerah, Amir Hasan, membuka fakta yang tak bisa dihindari: sedikitnya 18 bangkai kapal menjadi target awal evakuasi.

“Ini bukan pekerjaan ringan. Tapi harus kita mulai sekarang,” ujarnya.

Aksi dimulai Rabu pagi (1 April 2026) di kawasan Papalimba, Kecamatan Abeli—titik yang akan menjadi pusat kegiatan penting, termasuk jamuan gala dinner. Setelah itu, operasi bersih akan bergeser ke kawasan Kendari Beach.

Kondisi Teluk Kendari selama ini memang kerap dikeluhkan warga. Bangkai kapal yang terbengkalai tak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menimbulkan kesan kumuh di jantung kota.

Kini, menjelang event berskala internasional, tak ada lagi ruang untuk pembiaran.

Seluruh unsur pemerintah, mulai dari Forkopimda hingga instansi teknis seperti KSOP, menyatakan siap turun langsung. Targetnya bukan sekadar bersih, tetapi memastikan Kendari tampil layak sebagai tuan rumah di mata dunia*