KENDARI, Kongkritpost.com- Persiapan menghadapi penilaian Adipura 2026 mulai menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Kendari. Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, meminta seluruh jajaran pemerintahan tidak sekadar menunggu instruksi, tetapi mengambil bagian langsung dalam pembenahan lingkungan kota.
Pesan itu disampaikan Siska ketika memimpin rapat koordinasi persiapan penilaian Adipura di Aula Samaturu, Kompleks Balai Kota Kendari, Jumat (30/10/2026).
Di hadapan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), camat, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Siska menegaskan bahwa urusan kebersihan tidak boleh dipandang sebagai tanggung jawab satu instansi saja.
Menurut dia, keberhasilan membangun kota bersih membutuhkan kerja bersama, mulai dari pengambil kebijakan hingga masyarakat di tingkat lingkungan.
Adipura, dalam pandangan Siska, juga tidak semestinya dipersempit menjadi perburuan piala tahunan. Penghargaan tersebut harus mencerminkan kesungguhan pemerintah dalam membangun sistem pengelolaan sampah, menjaga kualitas lingkungan, dan menumbuhkan kebiasaan hidup bersih.
Karena itu, ia meminta seluruh OPD, camat, dan lurah memperkuat koordinasi sekaligus mengawasi langsung kawasan yang menjadi objek penilaian.
Siska mengingatkan agar persiapan tidak dilakukan secara parsial. Menyerahkan seluruh pekerjaan kepada Dinas Lingkungan Hidup tanpa keterlibatan instansi lain dinilai tidak sejalan dengan kebutuhan pembenahan kota secara menyeluruh.
Sejumlah titik strategis pun masuk dalam agenda pembenahan. Mulai dari TPA Puuwatu, fasilitas pengolahan sampah berbasis reuse, reduce, recycle (TPS3R), kawasan permukiman, pasar tradisional, saluran drainase, hingga penghijauan di sepanjang jalan protokol dan fasilitas umum.
Setiap kawasan membutuhkan penanganan berbeda. TPA, misalnya, berkaitan dengan tata kelola sampah pada tahap akhir. Sementara TPS3R membutuhkan pengelolaan yang efektif agar sampah dapat dikurangi sebelum masuk ke tempat pemrosesan akhir.
Persoalan kebersihan juga tidak berhenti pada kawasan perkotaan. Lingkungan permukiman menjadi salah satu bagian penting yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.
Untuk itu, Siska meminta camat dan lurah kembali menghidupkan budaya kerja bakti. Gerakan kebersihan berbasis RT dan RW diharapkan tidak hanya ramai menjelang penilaian, tetapi berlangsung secara rutin.
Edukasi pemilahan sampah dari rumah tangga juga perlu diperluas. Pemerintah ingin masyarakat mulai membiasakan pemisahan sampah sejak dari sumbernya sehingga volume sampah yang dibawa ke TPA dapat ditekan.
Keterlibatan TNI/Polri dan unsur Forkopimda turut diharapkan memperkuat gerakan tersebut. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar program kebersihan tidak berhenti sebagai agenda administratif di lingkungan pemerintahan.
Siska berharap hasil rapat koordinasi segera diterjemahkan menjadi pekerjaan nyata. Setiap OPD dan wilayah diminta memahami peran masing-masing sehingga pembenahan dapat berjalan serentak.
Bagi Kendari, tantangan Adipura 2026 bukan hanya bagaimana menampilkan wajah kota yang bersih saat tim penilai datang. Pekerjaan sesungguhnya adalah memastikan kebersihan tetap terjaga setelah penilaian selesai.
Sebab, penghargaan bisa menjadi kebanggaan daerah, tetapi lingkungan yang bersih dan sehat merupakan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat*




