KONSEL, Kongkritpost.com- Sebuah langkah strategis untuk menjaga keselamatan lalu lintas dan efisiensi distribusi barang resmi dijalankan di Sulawesi Tenggara. Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Provinsi Sultra, Husni Mubarak, bersama Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, secara resmi meresmikan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermuatan (UPPKB) Moramo, Selasa (22/7/2025), di Desa Sanggula, Kecamatan Moramo Utara.

Screenshot 20250722 155542 Gallery

Peresmian ini ditandai pula dengan penyerahan sertifikat lahan dari Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan kepada Kementerian Perhubungan, serta deklarasi bersama keselamatan angkutan barang. Bukan sekadar seremoni, peluncuran UPPKB Moramo disebut sebagai implementasi nyata arahan Presiden Prabowo Subianto dalam penguatan infrastruktur pendataan logistik nasional dan pengendalian inflasi berbasis volume barang.

Husni Mubarak menegaskan bahwa jembatan timbang adalah perangkat vital dalam menjaga kelayakan kendaraan serta kondisi jalan yang sering rusak akibat kelebihan muatan. Tak hanya itu, UPPKB juga berperan sebagai penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta instrumen keselamatan lalu lintas yang tak bisa ditawar-tawar lagi.

“Mulai hari ini, tidak ada lagi angkutan barang yang melebihi muatan. Tidak ada toleransi. Seluruh perhitungan kami lakukan secara digital dan ketat. Tidak ada ruang untuk permainan, baik dari sopir maupun petugas,” tegas Husni.

Screenshot 20250722 155501 Gallery

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa UPPKB Moramo dilengkapi dengan teknologi mutakhir serta sistem digitalisasi yang akan mendata jenis, volume, harga, hingga tujuan barang secara real-time. Pendataan ini akan mendukung pengambilan keputusan dalam pengendalian inflasi dan distribusi barang nasional.

Uji coba operasional dilakukan langsung usai peresmian, sekaligus menempatkan personel secara bertahap untuk memastikan sistem berjalan optimal. Dalam pandangan Husni, UPPKB bukan sekadar fasilitas teknis, melainkan simbol ketegasan negara dalam menjaga ketertiban distribusi logistik.

Sementara itu, Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo menilai bahwa keberadaan jembatan timbang ini menjadi tonggak baru dalam pembangunan ekonomi daerah. Dengan fisik bangunan yang megah dan sistem yang profesional, fasilitas ini diharapkan mampu menghubungkan arus barang antar wilayah secara lebih tertib, adil, dan aman.

“Gedung ini bukan hanya megah secara fisik, tapi juga merepresentasikan komitmen antara pusat dan daerah dalam membangun tatanan angkutan barang yang tertib dan produktif,” kata Irham. Ia juga berharap agar fasilitas ini dijaga bersama sebagai aset daerah yang berkontribusi besar terhadap PAD dan konektivitas infrastruktur industri.

Tak hanya BPTD dan Pemerintah Daerah, kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan unsur Forkopimda, seperti Kapolsek Moramo Utara, Danramil, Kadis PU Provinsi, Kepala BPN, Dirlantas, serta sejumlah kepala OPD terkait.

Dengan resminya UPPKB Moramo, publik Sulawesi Tenggara kini memiliki harapan besar: distribusi logistik yang lebih sehat, data barang yang lebih transparan, dan jalan yang lebih awet. Sebuah lompatan maju dari Konawe Selatan, untuk Indonesia yang lebih tertib( Usman)