KENDARI, Kongkritpost.com-Pantai Singku, Desa Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa, Buton Selatan, menjadi saksi geliat diplomasi budaya saat Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling, membuka rangkaian Sail to Indonesia 2025, Minggu (24/8/2025). Kehadiran para peserta dari berbagai negara dengan kapal layar megahnya memberi warna internasional bagi bumi Buton yang kaya sejarah dan budaya.

FB IMG 1756044328138

Acara pembukaan berlangsung meriah dengan kehadiran perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, jajaran Forkopimda Sultra, kepala daerah se-Sultra, unsur pimpinan DPRD Buton Selatan, tokoh adat, budayawan, pelaku UMKM, serta masyarakat setempat. Yang tak kalah mencuri perhatian, kedatangan ratusan yachter asing dari Eropa, Amerika, hingga Australia yang menambah semarak nuansa bahari.

Dalam sambutan Gubernur Sultra yang dibacakan oleh Wagub Hugua, ditegaskan bahwa Sail bukan sekadar ajang pelayaran, melainkan pintu diplomasi budaya sekaligus etalase pariwisata Sultra di mata dunia. Ia menekankan, kehadiran Buton Selatan dalam kalender internasional ini menjadi peluang emas untuk memperkenalkan potensi maritim, seni tradisi, hingga kuliner khas yang selama ini terjaga secara turun-temurun.

FB IMG 1756044342956

“Sulawesi Tenggara memiliki lebih dari 600 pulau yang menyimpan potensi bahari luar biasa. Melalui Sail ini, kita bukan hanya memperlihatkan keindahan laut dan pantai, tetapi juga menyajikan kearifan lokal, dari tari Lariangi, perahu tradisional lepa-lepa, hingga panorama Batu Atas yang eksotis,” ujar Hugua dalam kesempatan itu.

Lebih jauh, Hugua menyebut bahwa agenda internasional ini akan menjadi pemicu bangkitnya sektor produktif seperti UMKM, ekonomi kreatif, jasa wisata, hingga kuliner lokal. Namun, ia menegaskan semua itu hanya bisa terwujud jika ada sinergi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, komunitas lokal, dan masyarakat.

FB IMG 1756044362848

“Kolaborasi menjadi kunci. Dengan kebersamaan, Buton Selatan tidak hanya akan dikenal sebagai daerah singgah, tetapi mampu menjadi destinasi unggulan bahari Indonesia,” tegasnya.

Rangkaian Wonderful Sail to Indonesia 2025 di Buton Selatan berlangsung mulai 24–28 Agustus 2025. Pembukaan diramaikan dengan parade kapal, atraksi seni, kuliner khas, hingga tarian kolosal Badendda. Agenda berikutnya mencakup kunjungan pasar tradisional, wisata pantai, pameran UMKM, hingga Gala Dinner budaya yang mempertemukan wisatawan dengan masyarakat lokal.

FB IMG 1756044350392

Berdasarkan data terakhir, 109 peserta dari 36 kapal yacht tercatat mengikuti etape Buton Selatan. Di antaranya kapal Kiskadee (Belanda–Jerman), Alicat (Australia), dan Independence (Amerika Serikat). Sejumlah kapal yang sebelumnya singgah di Wakatobi kini telah berlayar menuju Buton Selatan untuk melanjutkan rangkaian Sail.

Dengan momentum ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap Sail to Indonesia 2025 tak hanya menjadi pesta maritim internasional, tetapi juga membuka ruang investasi, memperkuat jejaring global, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sultra melalui pariwisata berkelanjutan( Red)