KOLUT, Kongkritpost.com- Pantai Pasir Putih Berova Pintulua sedang menikmati masa keemasannya. Destinasi wisata yang berada di Desa Pitulua, Kecamatan Lasusua Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara itu semakin ramai dikunjungi masyarakat, terutama saat libur sekolah, akhir pekan, hingga musim libur nasional.

Setiap musim liburan, kawasan pesisir itu berubah menjadi pusat keramaian, wisatawan datang menikmati pasir putih, laut yang tenang, dan panorama matahari terbenam yang menjadi daya tarik utama. Aktivitas tersebut ikut menggerakkan roda ekonomi warga, khususnya para pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan dari sektor wisata.
Namun, di balik meningkatnya jumlah kunjungan, pengelola menilai perkembangan fasilitas belum mampu mengikuti laju pertumbuhan wisatawan. Sejumlah kebutuhan dasar masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan jika Pantai Berova ingin naik kelas sebagai destinasi unggulan Sulawesi Tenggara.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kolaka Utara, H. Andi Chairul Ichsan Parani, mengatakan pemerintah daerah kini memfokuskan perhatian pada pembenahan kawasan wisata secara bertahap.
Menurutnya, kebersihan menjadi prioritas utama. Pengelola bersama pemerintah rutin melaksanakan kerja bakti untuk menjaga kawasan pantai tetap bersih sehingga kenyamanan pengunjung tetap terjaga.

Selain itu, pemerintah juga mulai menyusun pengembangan fasilitas penunjang, mulai dari gazebo, ruang terbuka, hingga peningkatan sarana pendukung lainnya.
Meski demikian, pelaksanaan pembangunan belum berjalan maksimal akibat keterbatasan anggaran setelah adanya kebijakan efisiensi belanja pemerintah.

“Kami berharap pembangunan fasilitas dapat kembali dilanjutkan secara bertahap agar kualitas pelayanan wisata semakin meningkat,” ujarnya Senin (13/7/2026)
Penataan kawasan UMKM juga menjadi bagian penting dalam rencana pengembangan.
Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dapat melanjutkan bantuan penataan kawasan pedagang sehingga aktivitas jual beli tidak lagi memenuhi bibir pantai.

Konsep yang disiapkan adalah memindahkan para pedagang ke kawasan khusus yang lebih tertata sehingga keindahan pantai tetap terjaga tanpa mengurangi aktivitas ekonomi masyarakat.
Di lapangan, peningkatan kunjungan wisata juga diakui Staf Dinas Pariwisata Kolaka Utara, Akbar.
Ia menyebut jumlah pengunjung pada hari biasa berkisar sekitar seratus orang setiap hari. Namun ketika memasuki musim libur sekolah maupun Tahun Baru, jumlah tersebut melonjak tajam hingga berkali-kali lipat.
Menurutnya, lonjakan itu menjadi bukti bahwa Pantai Berova memiliki daya tarik yang semakin kuat.

Meski demikian, ia mengakui masih banyak fasilitas yang perlu ditambah agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan aktivitas selama berada di lokasi.
Salah satu yang paling diharapkan adalah pembangunan wahana permainan keluarga seperti waterboom.
Menurut Akbar, hingga kini Kolaka Utara belum memiliki wahana air berskala besar yang mampu menjadi magnet baru bagi wisatawan.
Persoalan lain yang dinilai mendesak adalah ketersediaan area parkir terpadu.

Saat ini kendaraan pengunjung masih tersebar di lahan milik warga sehingga pengaturan lalu lintas dan pengawasan parkir belum berjalan optimal.
Karena keterbatasan kemampuan APBD, pengelola berharap dukungan anggaran dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat agar pembangunan fasilitas wisata dapat dipercepat.
Di sisi lain, geliat pariwisata mulai membawa dampak ekonomi bagi masyarakat.
Asdar, salah seorang pelaku UMKM di kawasan Pantai Berova, mengaku omzet usahanya meningkat signifikan setiap kali musim liburan tiba.

Pada hari biasa pendapatan berkisar Rp500 ribu per hari. Saat akhir pekan bisa menembus Rp1 juta, sedangkan ketika Lebaran maupun Tahun Baru omzet meningkat jauh lebih besar karena kawasan dipenuhi wisatawan.
Meski bersyukur dengan meningkatnya kunjungan, para pelaku UMKM berharap pemerintah tidak berhenti pada promosi wisata semata.
Mereka menginginkan penataan lapak yang lebih seragam, pembangunan gazebo, fasilitas umum yang memadai, serta kepastian status kawasan agar pengembangan wisata tidak lagi terkendala persoalan regulasi.
Dengan potensi alam yang dimiliki, Pantai Pasir Putih Berova Pintulua dinilai telah memiliki modal kuat untuk menjadi destinasi unggulan Sulawesi Tenggara. Kini tantangannya bukan lagi menarik wisatawan datang, melainkan memastikan mereka memperoleh pengalaman berwisata yang nyaman sehingga ingin kembali lagi(Red)











