KENDARI, Kongkritpost.com- Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Sulawesi Tenggara, bekerja sama dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari serta Pelindo Regional IV, resmi melepas keberangkatan perdana 400 pemudik gratis melalui Pelabuhan Nusantara Kendari, Kamis (12/3/2026). Rute tujuan adalah kota Raha dan Baubau.

Program mudik gratis ini merupakan inisiatif Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, bekerja sama dengan pemerintah daerah, untuk memastikan masyarakat dapat pulang ke kampung halaman dengan aman, nyaman, dan sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas kendaraan.

Kepala BPTD Sultra, Husni Mubarak, menyebutkan bahwa seluruh pemangku kepentingan mulai dari Dinas Perhubungan, KSOP, Pelindo, Basarnas, hingga TNI-Polri telah bersinergi menyiapkan sarana dan prasarana transportasi menghadapi arus mudik.

“Kami telah berkoordinasi lintas sektoral untuk memastikan penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini berjalan aman, nyaman, dan lancar. Hari ini kita realisasikan program mudik gratis angkutan laut,” ujar Husni.

Husni menambahkan, pemberangkatan 400 pemudik hari ini baru tahap awal. Dengan dukungan operator kapal PT Dharma Indah, total kuota angkutan laut yang disiapkan mencapai ribuan kursi untuk rute Kendari–Raha dan Kendari–Baubau, serta sebaliknya.

“Masih ada sekitar 6.300 kuota yang akan diberangkatkan selama masa angkutan Lebaran. Tujuannya tidak hanya mengurangi risiko perjalanan darat, tetapi juga meringankan beban masyarakat di masa hari raya,” jelasnya.

Kepala KSOP Kendari, Capt. Rahman, menuturkan setiap hari akan diberangkatkan satu unit kapal, Express Cantika 07, dengan kapasitas 400 penumpang. Jadwal keberangkatan berlangsung mulai hari ini hingga tanggal 18 Maret 2026. Sebelum berangkat, pihak KSOP memastikan kapal laik operasi dan mengimbau masyarakat menaati tata tertib pelayaran serta membawa tiket resmi.

Sementara itu, General Manager Pelindo IV Kendari, Herityanto, memastikan kesiapan infrastruktur pelabuhan untuk menampung lonjakan penumpang. Selain fasilitas terminal, armada bus tambahan juga disiapkan untuk mendukung transportasi darat.

“Terkait penyandaran kapal, kami pastikan dermaga siap sehingga kapal bisa langsung bersandar tanpa antre panjang di laut. Semua ini demi kenyamanan penumpang saat proses embarkasi dan debarkasi,” ujar Herityanto.

Dengan koordinasi solid antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, program mudik gratis di Sulawesi Tenggara diharapkan menjadi momen Lebaran yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh masyarakat*