BEKASI, Kongkritpost.com- Prestasi sebuah bank daerah biasanya diukur dari angka pertumbuhan, aset, atau ekspansi bisnis. Namun ada ukuran lain yang tidak kalah penting: seberapa jauh bank mampu membawa masyarakat mengenal dan menggunakan layanan keuangan sejak usia dini.

FB IMG 1787995374181

Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) menunjukkan capaian di jalur tersebut.

Pada puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026), Bank Sultra dinobatkan sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan Implementasi KEJAR Terbaik Wilayah Sulawesi melalui KEJAR Award 2026.

Penghargaan itu bukan sekadar tambahan koleksi prestasi korporasi. Bagi Sulawesi Tenggara, capaian tersebut memperlihatkan bahwa program literasi dan inklusi keuangan tidak selalu harus dimulai dari pusat-pusat ekonomi besar.

FB IMG 1787995378410

Ia bisa tumbuh dari daerah.

KEJAR atau Satu Rekening Satu Pelajar merupakan program strategis yang mendorong setiap pelajar memiliki rekening tabungan atas nama sendiri. Tujuannya sederhana, tetapi dampaknya panjang: membentuk kebiasaan menabung sekaligus mengenalkan pengelolaan keuangan kepada generasi muda.

Dalam konteks itu, penghargaan Bank Sultra menjadi menarik karena penilaiannya tidak hanya berbicara tentang jumlah rekening yang dibuka.

Implementasi KEJAR juga melihat inovasi pembukaan rekening, keaktifan tabungan, serta jangkauan edukasi keuangan ke sekolah-sekolah.

FB IMG 1787995387078

Artinya, tantangannya bukan sekadar membuat pelajar memiliki rekening.

Yang lebih penting adalah membuat rekening tersebut benar-benar digunakan dan menjadi bagian dari kebiasaan finansial mereka.

Tiga Penghargaan, Satu Ekosistem

Capaian Bank Sultra datang bersamaan dengan dua penghargaan lain yang diterima Sulawesi Tenggara.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara meraih predikat Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik Tingkat Provinsi Regional Sulawesi

FB IMG 1787995382577

Sementara Pemerintah Kota Kendari meraih penghargaan Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota Regional Sulawesi

Tiga capaian tersebut memperlihatkan adanya ekosistem yang relatif sejalan antara pemerintah daerah dan industri perbankan dalam mendorong literasi serta inklusi keuangan.

Bank Sultra memiliki instrumen dan jaringan layanan.

Pemerintah daerah memiliki akses kebijakan dan jaringan pendidikan.

Sekolah menjadi ruang implementasi.

Sementara pelajar menjadi kelompok penerima manfaat sekaligus generasi yang diharapkan tumbuh dengan kebiasaan mengelola keuangan secara lebih baik.

Di sinilah penghargaan tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada seremoni.

Jika sinergi tersebut konsisten, program KEJAR dapat menjadi pintu masuk untuk membangun budaya finansial baru di Sulawesi Tenggara.

Persaingan Nasional

Penghargaan tersebut diraih dalam kompetisi yang melibatkan 533 bank di seluruh Indonesia.

Penilaian wilayah implementasi KEJAR terbaik dibagi dalam lima kawasan utama, yakni Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, serta Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

FB IMG 1787995392573

Bank Sultra berhasil keluar sebagai yang terbaik untuk kategori BPD pada wilayah Sulawesi.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian puncak Hari Indonesia Menabung 2026 yang dihadiri Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, bersama jajaran pemerintah daerah, pimpinan bank umum, serta perwakilan BPD terpilih dari berbagai wilayah Indonesia.

Secara nasional, capaian tersebut menempatkan Bank Sultra dalam peta implementasi program inklusi keuangan yang digerakkan OJK bersama industri perbankan.

Tantangan Setelah Penghargaan

Namun penghargaan pada dasarnya bukan garis akhir.

Justru setelah mendapatkan predikat terbaik, tantangan berikutnya menjadi lebih besar.

Bank Sultra perlu memastikan bahwa program KEJAR tidak berhenti pada pembukaan rekening dan seremoni penyerahan penghargaan.

Ukuran keberhasilan jangka panjangnya akan terlihat dari apakah pelajar benar-benar aktif menabung, memahami manfaat layanan keuangan formal, mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, serta tumbuh menjadi generasi yang memiliki kecakapan finansial.

Tantangan itu semakin relevan bagi Sulawesi Tenggara yang memiliki wilayah geografis luas dengan karakter masyarakat yang beragam.

Akses layanan keuangan di kota tentu berbeda dengan daerah pelosok.

Karena itu, ekspansi KEJAR ke sekolah-sekolah di wilayah terpencil akan menjadi ujian berikutnya bagi Bank Sultra.

Penghargaan nasional telah menunjukkan bahwa Sultra mampu bersaing.

Pekerjaan berikutnya adalah membuktikan bahwa prestasi tersebut mampu bertahan dan diterjemahkan menjadi perubahan perilaku.

Dari Rekening ke Kebiasaan

Program menabung bagi pelajar sebenarnya menyentuh persoalan yang lebih fundamental daripada sekadar urusan perbankan.

Ia berbicara tentang kebiasaan.

Anak yang sejak sekolah terbiasa menyisihkan uang, mengenal rekening atas namanya sendiri, dan memahami cara mengelola uang akan memasuki usia produktif dengan bekal yang berbeda.

Karena itu, KEJAR memiliki potensi menjadi investasi sosial jangka panjang.

Bank Sultra kini memiliki modal penting untuk memperluasnya.

Predikat BPD terbaik wilayah Sulawesi adalah pengakuan atas apa yang sudah dilakukan.

Tetapi nilai sesungguhnya dari penghargaan itu baru akan terasa ketika semakin banyak pelajar Sulawesi Tenggara tidak hanya memiliki rekening, tetapi juga memiliki kebiasaan menabung.

Dari ruang-ruang kelas itulah budaya finansial bisa dibangun.

Dan dari daerah, dalam hal ini Sulawesi Tenggara, sebuah pesan dikirim ke panggung nasional, inklusi keuangan tidak harus menunggu menjadi besar untuk bisa berdampak besar*