KENDARI, Kongkritpost.com- Pemerintah tidak selalu harus menunggu masyarakat datang membawa keluhan.
Bagi Anggota DPRD Kota Kendari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rizky Brilian Pagala, S.Ars., justru pemerintah yang perlu sesekali turun mendatangi masyarakat.
Itulah yang ia lihat dalam program “Wali Kota dan Forkopimda Menyapa” yang digagas Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM.
Rizky mengikuti kegiatan tersebut di kawasan Kali Kadia, Kota Kendari, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, program tersebut menciptakan ruang komunikasi yang berbeda. Warga tidak hanya mendengar pemerintah berbicara, tetapi mendapat kesempatan menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi.
Wali kota, wakil wali kota, Forkopimda, DPRD dan jajaran pemerintah daerah hadir dalam satu forum.
“ Saya pikir kegiatan ini sangat positif, baik bagi masyarakat maupun pemerintah. Pemkot Kendari membuka ruang bersama masyarakat untuk bertemu dan berdialog langsung,” kata Rizky.
Menurutnya, forum semacam itu membuat pemerintah bisa memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai persoalan di lapangan.
Keluhan warga tidak lagi hanya menjadi laporan berjenjang dari RT, RW, kelurahan hingga pemerintah kota.
Warga dapat menyampaikannya langsung.
“Wali Kota juga bisa mengetahui secara detail apa yang menjadi keresahan masyarakat kita di Kota Kendari,” ujarnya.
Rizky melihat keberanian Siska turun langsung menemui masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun pemerintahan yang lebih terbuka.
Sebab, turun ke tengah warga berarti siap mendengar berbagai suara, termasuk kritik.
“Turun langsung dan mendengarkan apa yang menjadi keluh kesah masyarakat merupakan hal yang luar biasa bagi seorang kepala daerah,” tegasnya.
Ia menilai pola komunikasi seperti itu memperlihatkan keterbukaan pemerintahan Siska Karina Imran bersama Wakil Wali Kota Sudirman.
Bagi Rizky, masyarakat membutuhkan akses komunikasi yang mudah dengan pemimpinnya.
Ketika persoalan bisa disampaikan secara langsung, pemerintah juga memiliki kesempatan lebih cepat menentukan langkah yang diperlukan.
Program tersebut juga mendapat perhatian Rizky karena tidak hanya menghadirkan pemerintah untuk mendengar.
Pemkot Kendari sekaligus menjelaskan berbagai program yang sedang dijalankan kepada masyarakat.
Salah satunya menyangkut pengelolaan sampah.
Rizky mengatakan, masyarakat dapat mengetahui secara langsung konsep baru pengelolaan sampah yang dipaparkan Siska dalam pertemuan tersebut.
“Tadi juga kita dengar langsung skema pengelolaan sampah dengan metode baru dijabarkan oleh Ibu Wali Kota Kendari sehingga masyarakat bisa paham dan mengetahui kerja-kerja Pemkot Kendari,” katanya.
Menurut Rizky, komunikasi seperti itu penting agar tidak terjadi jarak antara kebijakan pemerintah dan pemahaman masyarakat.
Warga mengetahui apa yang sedang dikerjakan pemerintah. Pemerintah pun mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan warga.
Karena itu, Rizky berharap program “Wali Kota dan Forkopimda Menyapa” tidak berhenti setelah rangkaian kegiatan selesai.
Ia ingin forum tersebut menjadi tradisi baru dalam membangun komunikasi pemerintahan di Kota Kendari.
“Kita patut apresiasi program yang digagas oleh Ibu Wali Kota Kendari ini,” ujarnya.
Rizky berharap pemerintah kota, DPRD dan masyarakat dapat terus berjalan dalam satu arah.
Menurutnya, pembangunan kota tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah.
Dibutuhkan komunikasi, pengawasan dan partisipasi masyarakat agar berbagai program benar-benar menyentuh kebutuhan warga.
Pada akhirnya, program “Menyapa” bukan hanya tentang pemerintah datang dan masyarakat berbicara.
Lebih dari itu, forum tersebut menjadi ujian bagi pemerintah: seberapa jauh keluhan yang didengar dapat berubah menjadi kebijakan dan tindakan nyata*














