KENDARI, Kongkritpost.com- Momen Idul Fitri tak sekadar jadi ajang saling memaafkan bagi jajaran Partai Amanat Nasional di Sulawesi Tenggara. Di balik acara halalbihalal yang digelar di The Harbour Cafe, Minggu (29/3/2026), terselip agenda yang lebih dalam: konsolidasi kekuatan dan penegasan arah baru partai.

Ketua DPW PAN Sultra, Yusran Akbar, tampil dengan nada yang tidak sekadar seremonial. Didampingi sekretarisnya, Haji Lulung, ia langsung mengirim pesan politik yang lugas—PAN harus berbenah.
Ucapan “minal aidzin wal faizin” yang disampaikannya menjadi pembuka. Tapi setelah itu, arah pembicaraan bergeser. Yusran mengakui, dalam perjuangan dan pelayanan kepada masyarakat, masih ada yang belum sesuai harapan.
Nada ini bukan basa-basi. Ini semacam “early warning” dari dalam tubuh partai.
“Kalau belum sesuai harapan, itu jadi koreksi,” ujarnya. Kalimat pendek, tapi mengandung pesan bahwa PAN Sultra tidak ingin terjebak dalam zona nyaman.
Langkah cepat pun langsung ditunjukkan. Halalbihalal ini bukan sekadar kumpul-kumpul pasca-Lebaran, tapi juga panggung awal pengumuman arah kepengurusan ke depan. Artinya, mesin partai mulai dipanaskan lebih dini.
Di ruang itu, terlihat pola lama yang mulai ditinggalkan—seremonial tanpa substansi. Yusran justru membawa pendekatan berbeda: silaturahmi dibungkus dengan konsolidasi.
Dalam bahasa politik, ini fase “reset sekaligus akselerasi”.
Menariknya, Yusran tidak menutup ruang kritik. Ia justru membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat untuk mengawasi kerja partai. Sebuah langkah yang, jika konsisten, bisa jadi senjata politik yang efektif di tengah meningkatnya kesadaran publik.
“Ada yang kritik, ada yang bagus. Itu bagian dari cita-cita kita,” katanya.
Pernyataan ini bisa dibaca sebagai upaya membangun citra partai yang lebih adaptif—tidak alergi kritik, dan siap dievaluasi. Di tengah kompetisi politik yang makin keras, pendekatan seperti ini menjadi penting untuk menjaga relevansi.
Kehadiran Haji Lulung sebagai sekretaris juga memberi warna tersendiri. Statusnya sebagai Wakil Bupati Kolaka menambah bobot politik dalam struktur baru PAN Sultra. Ini bukan sekadar penyegaran organisasi, tapi juga penguatan jaringan kekuasaan.
Jika ditarik lebih jauh, langkah awal ini memberi sinyal bahwa PAN Sultra tidak ingin sekadar jadi penonton di panggung politik daerah. Mereka sedang menyiapkan positioning—antara memperkuat basis, memperluas pengaruh, dan memperbaiki citra pelayanan.
Halalbihalal kali ini mungkin terlihat sederhana di permukaan. Tapi di baliknya, ada gerakan yang lebih besar: membangun ulang kepercayaan, merapikan barisan, dan menyiapkan langkah ke depan.
Lebaran jadi titik mulai. Selebihnya, publik yang akan menilai—apakah janji koreksi itu benar-benar dijalankan, atau hanya berhenti di meja acara( Usman)





