KOLAKA, Kongkritpost.com– Kemarau bukan hanya soal panas yang menyengat.

Bagi sebagian warga Desa Tambea, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, musim kering mulai terasa ketika air sumur yang selama ini menjadi tumpuan perlahan menghilang.

Sumur mengering berarti persoalan baru.

Air untuk memasak harus dipikirkan. Kebutuhan mencuci harus diatur. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa mencari sumber air lain.

Kondisi tersebut kemudian mendapat respons dari PT Antam Tbk UBPN Kolaka (Pomalaa) dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Desa Tambea.

Bantuan itu telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir dan menjadi salah satu penopang kebutuhan air warga di tengah kondisi kemarau.

Bagi masyarakat, bantuan tersebut datang pada waktu yang tepat.

Ati, salah seorang warga Desa Tambea, mengatakan kondisi sumur di sekitar permukiman mulai mengkhawatirkan akibat musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.

Ia mengaku bantuan air bersih dari PT Antam Pomalaa sangat membantu keluarganya.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari PT Antam Pomalaa. Apalagi saat ini sedang musim kemarau panjang, air sumur kami banyak yang sudah kering total. Hadirnya bantuan air bersih ini benar-benar sangat membantu keluarga kami dan warga Desa Tambea,” ujar Ati saat ditemui wartawan, Jumat (11/9/2026).

Menurut Ati, sebelum mendapatkan pasokan air, warga harus lebih berhati-hati menggunakan persediaan yang masih ada.

Sebagian bahkan harus mencari atau membeli air dari luar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Kondisi tersebut otomatis menambah pengeluaran warga.

Karena itu, ketika distribusi air bersih mulai dilakukan secara rutin, beban masyarakat sedikit berkurang.

Air yang datang bukan sekadar bantuan dalam bentuk fisik.

Bagi warga yang sumurnya mengering, air berarti kebutuhan dasar yang kembali tersedia.

Program tersebut juga menunjukkan bahwa persoalan masyarakat di sekitar kawasan operasional perusahaan tidak selalu berbentuk pembangunan fisik.

Dalam situasi tertentu, kebutuhan paling mendesak justru sesuatu yang sederhana: air bersih.

PT Antam Tbk UBPN Kolaka melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terus berupaya memberikan dukungan terhadap masyarakat di wilayah operasionalnya.

Penyaluran air bersih menjadi salah satu bentuk respons terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat ketika sumber air mengalami penurunan akibat musim kemarau.

Bagi warga Tambea, keberlanjutan bantuan tersebut menjadi harapan tersendiri.

Sebab belum ada kepastian kapan kondisi sumur kembali normal. Selama hujan belum turun secara cukup, kebutuhan air bersih tetap menjadi persoalan yang harus dihadapi setiap hari.

Masyarakat berharap hubungan baik antara perusahaan dan warga dapat terus dipelihara, bukan hanya ketika terjadi persoalan, tetapi juga melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

Kehadiran perusahaan di tengah masyarakat pun akhirnya tidak hanya diukur dari aktivitas ekonominya.

Tetapi juga dari seberapa cepat perusahaan merespons persoalan yang benar-benar dirasakan warga.

Di Tambea, persoalan itu datang bersama kemarau.

Sumur boleh mengering.

Tetapi untuk kebutuhan dasar masyarakat, air tetap harus mengalir*