KOLUT, Kongkritpost.com- Selama bertahun-tahun, Kabupaten Kolaka Utara lebih sering dikenal sebagai daerah yang dilintasi para pelintas menuju wilayah lain di Sulawesi. Kendaraan datang dan pergi tanpa banyak alasan untuk berhenti lebih lama. Namun, cara pandang itu perlahan mulai berubah. Pemerintah daerah kini membangun narasi baru bahwa Kolaka Utara bukan sekadar jalur penghubung, melainkan destinasi wisata alam yang memiliki daya tarik lengkap dan layak menjadi tujuan utama perjalanan.

1784625822345

Perubahan arah pembangunan tersebut bukan tanpa alasan. Kolaka Utara memiliki kekayaan bentang alam yang jarang dimiliki satu daerah sekaligus. Dalam satu kabupaten, wisatawan dapat menikmati panorama, menjelajahi kawasan pegunungan, berkemah di alam terbuka, mendaki gunung tertinggi di Sulawesi Tenggara, hingga menguji adrenalin di sungai berarus deras.

Keunggulan geografis itulah yang kini dijadikan fondasi untuk membangun sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi baru. Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara menilai, ketika sektor pertanian dan pertambangan menghadapi dinamika, pariwisata dapat menjadi sumber pertumbuhan yang mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus menghidupkan ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa.

Screenshot 20260721 141927 Gallery

Kepala Dinas Pariwisata melalui Sekretaris Dinas Pariwisata Kolaka Utara, H. Andi Chairul Ichsan Parani, mengatakan daerahnya memiliki karakter wisata yang sangat lengkap. Potensi tersebut, menurutnya, harus terus dipromosikan agar tidak hanya dikenal masyarakat Sulawesi Tenggara, tetapi juga mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.

Ia menilai Kolaka Utara memiliki modal besar karena menawarkan berbagai pilihan destinasi dalam satu kawasan. Pantai, pegunungan, sungai, hingga desa wisata berkembang dengan karakter masing-masing sehingga mampu memenuhi kebutuhan wisata keluarga maupun wisata minat khusus ujar Selasa (14/7/2026)

Screenshot 20260721 142002 Gallery

Salah satu kawasan yang kini menjadi perhatian adalah Batu Putih. Destinasi ini berkembang menjadi magnet baru karena menawarkan suasana alam yang masih asri dengan konsep wisata terbuka yang cocok bagi pecinta kegiatan luar ruangan.

Saat akhir pekan tiba, kawasan tersebut berubah menjadi lokasi favorit bagi para pencinta camping. Puluhan tenda berdiri memenuhi area perkemahan, sementara ratusan pengunjung datang menikmati udara pegunungan dan panorama alam yang masih alami.

Screenshot 20260721 141914 Gallery

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Batu Putih, Maryanto, mengatakan jumlah wisatawan terus menunjukkan tren peningkatan. Bahkan setiap hari libur, pengunjung tidak hanya berasal dari Kolaka Utara, tetapi juga datang dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Bogor hingga komunitas pecinta alam dan mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata.

Ramainya kunjungan membawa dampak ekonomi yang mulai dirasakan masyarakat sekitar. Pelaku usaha mikro memanfaatkan momentum tersebut dengan menjual makanan, minuman, hasil olahan lokal, hingga berbagai kebutuhan para pengunjung. Aktivitas ekonomi yang sebelumnya terbatas kini mulai tumbuh seiring meningkatnya jumlah wisatawan.

Screenshot 20260721 141750 Gallery

Fenomena ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menciptakan rantai ekonomi baru. Setiap wisatawan yang datang ikut menggerakkan perputaran uang di kawasan tersebut, mulai dari pedagang kecil hingga penyedia jasa.

Di sisi lain, kawasan pegunungan Kolaka Utara masih menyimpan daya tarik yang lebih besar melalui Gunung Mekongga. Gunung tertinggi di Sulawesi Tenggara itu dikenal memiliki jalur pendakian yang menantang dengan panorama hutan tropis yang masih terjaga. Banyak pendaki menyebut karakter medannya memiliki sensasi tersendiri yang berbeda dengan gunung-gunung populer di Indonesia.

Screenshot 20260721 141822 Gallery 2

Tak jauh dari kawasan tersebut mengalir Sungai Rante Angin yang dinilai memiliki prospek besar sebagai lokasi wisata arung jeram. Debit air yang relatif stabil dan karakter arus yang menantang menjadi modal penting untuk mengembangkan wisata petualangan yang selama ini belum tergarap maksimal.

Sementara itu, pemerintah daerah juga terus memperkuat konsep pariwisata berbasis masyarakat. Sedikitnya 21 desa wisata telah tumbuh dengan mengangkat potensi lokal masing-masing, mulai dari budaya, kuliner, hingga keindahan alam yang menjadi identitas setiap wilayah.

Pengelolaan destinasi pun dilakukan secara gotong royong. Warga bersama anggota Pokdarwis rutin membersihkan kawasan wisata agar tetap nyaman dan menarik bagi pengunjung. Semangat kolaborasi ini menjadi salah satu kekuatan yang membuat perkembangan wisata berlangsung secara berkelanjutan.

Screenshot 20260721 141804 Gallery

Meski demikian, tantangan masih membayangi. Lurah Batu Putih, Ilman, mengungkapkan pengembangan fasilitas belum sepenuhnya optimal karena status wilayah sebagai kelurahan membuat skema pendanaan berbeda dengan desa. Sejumlah fasilitas seperti gazebo, jalur trekking, hingga area istirahat masih dibangun secara bertahap melalui swadaya masyarakat dan dukungan berbagai komunitas.

Kini pengelola juga mulai menerapkan sistem registrasi bagi setiap rombongan wisatawan. Langkah tersebut bukan sekadar pendataan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan pelayanan dan keselamatan pengunjung ketika jumlah wisatawan terus bertambah.

Melihat potensi yang dimiliki, Kolaka Utara sebenarnya sedang berada di persimpangan penting. Jika pembangunan infrastruktur, promosi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia terus berjalan seiring, daerah ini berpeluang keluar dari citra sebagai wilayah persinggahan dan menjelma menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan di Sulawesi Tenggara. Di sanalah harapan baru muncul, bahwa keindahan alam tidak lagi hanya menjadi pemandangan, tetapi juga menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat yang menjaganya.

Oleh kerena itu pemerintah kabupaten dan provinsi didesak untuk memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan potensi destinasi wisata jelajah alam  Sungai Batu Putih. Hingga saat ini, kawasan wisata tersebut dinilai masih minim fasilitas pendukung.

Kondisi infrastruktur jalan menuju lokasi wisata yang belum memadai serta kurangnya penataan taman pendukung menjadi kendala utama. Hal ini berdampak pada belum optimalnya daya tarik tempat tersebut bagi para wisatawan.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan dan pembangunan ruang terbuka hijau/taman. Dengan pembenahan infrastruktur yang memadai, wisata Jelajah alam Sungai Batu Putih kolaka Utara  diyakini mampu menjadi salah satu destinasi unggulan yang banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah(Red)