KONSEL, Kongkritpost.com- Suasana Desa Lamong Jaya, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, hari ini dipenuhi semangat kebersamaan dan harapan baru. Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, hadir langsung memimpin kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II, yang menjadi simbol kolaborasi kuat dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan daerah.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran penting, mulai dari Ketua DPRD Provinsi Sultra, unsur Forkopimda Provinsi dan Kabupaten, Kapolda dan Wakapolda Sultra, Danrem 143 Halu Oleo, Kajati Sultra, Danlanal Kendari, Danlanud, Bupati Konawe Selatan, Kepala OPD, hingga para petani dan kepala desa se-Kecamatan Laeya.
Dalam sambutannya, Gubernur mengungkapkan rasa syukur atas panen raya yang tetap berlangsung gemilang meski dihadapkan pada tantangan global seperti perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan fluktuasi harga pangan dunia ujarnya Kamis (5/6/2025)

“Alhamdulillah, produksi pertanian Sulawesi Tenggara terus meningkat. Tidak hanya padi, tapi juga jagung. Ini bukti nyata dari kerja sama luar biasa antara petani, TNI, Polri, dan pemerintah,” ujar Gubernur disambut tepuk tangan hadirin.
Lebih lanjut, Gubernur menekankan pentingnya jagung sebagai komoditas strategis nasional. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung menjadi bahan baku penting untuk industri pakan ternak, makanan, hingga bioenergi. Oleh karena itu, peningkatan produksinya berdampak langsung pada penguatan ketahanan pangan dan pengurangan ketergantungan impor.

“Swasembada pangan bukan hanya tugas Kementerian Pertanian atau dinas terkait, tapi tanggung jawab kita semua. Termasuk TNI dan Polri,” tegas Gubernur Andi Sumangerukka.
Tak lupa, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, terutama Polda Sultra, TNI, Pemkab Konawe Selatan, dan stakeholder lainnya yang aktif mendampingi dan membina petani secara langsung di lapangan.

Momen panen raya ini juga menjadi momentum untuk menyelaraskan semangat daerah dengan visi nasional. Gubernur menyebut bahwa semangat swasembada pangan yang digaungkan oleh Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, dalam misi Astacita, menjadi inspirasi pembangunan di Sultra.

“Kami telah menyelaraskan visi pembangunan Sultra 2025–2030 dengan visi nasional, yaitu membangun ‘Sulawesi Tenggara yang Maju, Aman, Sejahtera, dan Religius’. Pertanian adalah sektor utama yang kami dorong agar daerah ini benar-benar mandiri pangan,” jelasnya.

Kepada para petani, Gubernur menitipkan pesan penuh harapan. Ia mendorong kelompok tani dan penyuluh untuk terus menjaga semangat dan produktivitas demi mendukung target produksi pangan daerah secara berkelanjutan.

“Selamat dan sukses kepada seluruh petani dan pendamping. Semoga panen ini membawa keberkahan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani, dan memperkuat ketahanan pangan kita bersama,” tutup Gubernur( Red)





Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook