KENDARI, Kongkritpost.com- Pembangunan gedung Computer Assisted Test (CAT) yang berada di belakang kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulawesi Tenggara menjadi perhatian publik setelah pengerjaannya belum juga selesai.
Menanggapi hal tersebut, Eks Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra, Martin Efendi Patulak, menjelaskan bahwa proyek tersebut tidak mangkrak, melainkan dikerjakan secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran.
Menurutnya, progres fisik bangunan saat ini telah mencapai sekitar 80 persen.
“Pekerjaan memang belum rampung karena adanya efisiensi anggaran. Progresnya sudah sekitar 80 persen, tinggal pemasangan lantai dan plafon,” ujar Efendi dalam konfirmasi, Rabu (15/4/2026).
Ia juga menegaskan bahwa pendanaan proyek tersebut sepenuhnya bersumber dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) BKD Sultra. Dinas Cipta Karya hanya berperan sebagai pelaksana teknis atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) atas permintaan bantuan teknis dari BKD.
Beberapa poin penting terkait proyek tersebut antara lain:
Sumber anggaran berasal dari DPA BKD Sultra, Dinas Cipta Karya bertindak sebagai pelaksana teknis (PPK), Penundaan terjadi karena anggaran belum mencukupi untuk tahap finishing.
Efendi menambahkan, pihak BKD akan kembali mengusulkan tambahan anggaran agar gedung tersebut dapat difungsikan. Namun, karena keterbatasan fiskal pada tahun berjalan, penyelesaian proyek diperkirakan baru dapat direalisasikan pada 2027.
“Anggarannya akan diusulkan kembali oleh BKD. Target penyelesaian dan penganggarannya direncanakan pada tahun 2027,” jelasnya.
Saat ini, bangunan gedung CAT tersebut masih menunggu alokasi anggaran lanjutan guna menyelesaikan tahap akhir, sehingga nantinya dapat digunakan untuk mendukung pelaksanaan seleksi aparatur sipil negara di Sulawesi Tenggara*



