KONUT, Kongkritpost.com– Setelah diberitakan di beberapa media online terkait oknum anggota TNI AD menutup sementara operasi 9 Jetty di Kabupaten Konawe Utara. Plh Kapenrem 143/HO, Lettu Inf Rusmin Ismail angkat bicara.
Lettu Inf Rusmin Ismail, menjelaskan jika apa yang diberitakan beberapa media online tersebut tidaklah benar.
“Ada di beberapa media online yang memberitakan bahwa ada oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Angkatan Darat (AD), diduga menghentikan sementara operasi sejumlah Jetty di Konawe Utara oleh oknum yang mengaku anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI AD) pada tanggal 19 Mei 2023 itu tidak benar dan tidak mendasar,” terang Plh Kapenrem 143/HO, Lettu Inf Rusmin Ismail. Sabtu malam (20/5/2023).
Dirinya ingin menegaskan bahwa tidak ada penutupan Jetty yang dilakukan oleh aparat TNI di sembilan Jetty yang berada di Marombo.
Ia menuturkan bahwa kunjungan pihak TNI ke lokasi pertambangan tersebut dilakukan semata-mata untuk mencari oknum-oknum yang selama ini mengatasnamakan Danrem 143 Haluoleo dalam setiap aktifitas pertambangan di Konawe Utara.
“Oleh karena itu kami ingin menyampaikan bahwa tidak ada penutupan dan penghentian aktivitas di sembilan Jetty tersebut. Aktivitas pengapalan di Jetty tersebut tetap berlangsung seperti biasa, dan kami menghimbau seluruh pihak terkait untuk tetap melanjutkan operasional mereka seperti biasa dengan aman,” sebutnya.
Menurutnya TNI tetap berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Konawe Utara khususnya di Provinsi Sulawesi Tenggara. Adapun, kata dia kami selalu bekerja sama dan berkordinasi dengan pihak kepolisian serta instansi terkait lainnya untuk memastikan bahwa setiap aktivitas pertambangan dilakukan sesuai dengan aturan dan prosedur dan perundang undangan yang berlaku.
“Maka saya katakan kembali bahwa informasi sembilan Jetty yang diduga ditutup oleh oknum TNI AD diantaranya, Jetty PT. Bosowa, PT. UBP, PT. Bososi, dan Apolo itu tidak benar dan tidak mendasar,” tegasnya.
Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak membuat statemen yang tidak benar dan akurat dan pihak terkait agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar dan serampangan.
“Kami akan terus mengawasi situasi ini dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Konawe Utara khususnya di Sulawesi Tenggara,” katanya. (Usman) Exacto Creditant




Tinggalkan Balasan