KENDARI, Kongkritpost.com- Tragedi tabrak lari di perempatan lampu merah PLN, Kota Kendari, yang menewaskan seorang anak pencari nafkah menyentak banyak pihak.
Peristiwa itu menjadi tamparan keras bahwa anak-anak yang mencari uang di jalan menghadapi risiko tinggi setiap hari.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, memilih tidak berhenti pada ungkapan duka. Ia langsung menginisiasi langkah konkret.
Salah satunya, memberikan pekerjaan outsourcing sebagai cleaning service di Kantor Gubernur atau di lingkungan Pemerintah Provinsi kepada orang tua korban. Langkah ini diharapkan memberi penghasilan tetap agar anak-anak tidak lagi turun ke jalan.
“Kami tidak ingin anak-anak kembali berjualan di pinggir jalan karena risikonya sangat tinggi,” tegas Andi Sumangerukka saat mengunjungi keluarga korban, Jumat (6/2/2025).
Tak hanya itu, Pemprov Sultra akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Kendari untuk menertibkan anak jalanan dengan pendekatan yang lebih humanis.
Orang tua maupun pengemis yang masih sehat dan mampu bekerja akan diupayakan mendapatkan pekerjaan sebagai tenaga outsourcing di lingkungan pemerintah.
Di sisi lain, Dinas Sosial Provinsi Sultra tengah menyiapkan skema pelatihan terintegrasi. Pendekatan yang dirancang tidak sekadar razia, tetapi pendampingan berkelanjutan.
Anak-anak yang terjaring akan mendapatkan pemenuhan hak dasar, pendampingan psikologis, hingga akses pendidikan atau pelatihan vokasi.
Pemprov juga mengaktifkan kembali rumah singgah sebagai pusat rehabilitasi sosial dan penguatan keterampilan.
Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang, agar tragedi serupa tidak terulang dan anak-anak Sultra bisa tumbuh tanpa harus mempertaruhkan nyawa di jalanan*



