KENDARI, Kongkritpost.com- Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas I Molawe menggelar sosialisasi keselamatan pelayaran sekaligus buka puasa bersama, Kamis (12/3/2026), di Plaza Inn Hotel, Kota Kendari.
Kegiatan ini menyoroti implementasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 1 Tahun 2026 tentang standar kegiatan usaha dan/atau produk/jasa dalam penyelenggaraan perizinan berbasis risiko sektor transportasi, yang mencabut PM 13 Tahun 2023.
Ketua Panitia Penyelenggara, Sorindra, menegaskan sosialisasi merupakan bagian dari agenda rutin syahbandar sesuai SOP yang berlaku. “Kegiatan ini dijadwalkan sebagai tindak lanjut evaluasi rapat bulanan dan upaya penguatan pengawasan keselamatan pelayaran,” ujarnya.
Sorindra menambahkan, sosialisasi ditujukan agar seluruh pemangku kepentingan sektor pelayaran memiliki pemahaman yang sama tentang sistem manajemen keselamatan berlayar. Keselamatan pelayaran menjadi fokus utama pengawasan KUPP Kelas I Molawe.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pihak diundang, termasuk pengusaha Terminal Khusus (Tersus) dan perusahaan keagenan kapal. Tujuannya, menyatukan persepsi agar inspeksi kapal maupun terminal khusus dapat dilakukan secara konsisten dan optimal.
Sosialisasi melibatkan tiga seksi utama di UPP Molawe:
Seksi Kesyahbandaran, bertugas melakukan inspeksi dan pemeriksaan kapal.
Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan, mengawasi terminal khusus maupun umum, termasuk proses administrasi kapal melalui sistem aplikasi informat.
Seksi Fasilitas Pelabuhan, fokus pada pengembangan sarana dan prasarana, termasuk pemasangan CCTV dan sistem keamanan.
“Kegiatan ini juga menjadi forum strategis untuk membangun komitmen bersama dalam menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran,” ujar Sorindra.
Peserta kegiatan memberikan respons positif, menilai sosialisasi ini penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan di laut dan meningkatkan profesionalisme pengelolaan pelabuhan serta kapal.
Dengan sosialisasi ini, KUPP Kelas I Molawe optimistis pengawasan kapal, terminal, dan fasilitas pelabuhan akan berjalan lebih efektif, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap keselamatan transportasi laut di Sulawesi Tenggara(Usman)




