KENDARI, Kongkritpost.com-Pemerintah Kota Kendari tak mau setengah hati. Menjelang agenda internasional, semua lini digerakkan. Targetnya satu: kota harus bersih, rapi, dan siap tampil di panggung dunia.
Instruksi tegas datang dari Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran. Seluruh OPD diminta tancap gas melakukan pembenahan wajah kota tanpa kompromi.
Salah satu yang langsung dikebut adalah pembersihan Kali Mandonga, tepatnya di samping kawasan Warkop Raja. Dinas PUPR Kota Kendari bersama pihak kelurahan turun langsung mengeruk lumpur dan kotoran yang menumpuk.
Operasi ini bukan simbolik. Alat berat diturunkan—mulai dari ekskavator hingga truk—untuk mengangkat sedimen yang selama ini mengendap.
Lurah Korumba, Harun, menegaskan pembersihan difokuskan pada titik-titik kritis yang dipenuhi lumpur dan sampah.
“Ini bagian dari kesiapan kita menyambut tamu besar,” ujarnya Lurah Rabu (1/4/2026)
Langkah cepat ini tak lepas dari persiapan menghadapi UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting 2026, yang akan digelar 7–9 Mei mendatang. Selain itu, Kendari juga bersiap menyambut HUT ke-195 tahun 2026.
Tak hanya Kali Mandonga, pembenahan juga menyasar kawasan strategis lain, termasuk Pantai Nambo yang diproyeksikan menjadi pusat kegiatan.
Di lokasi ini, berbagai agenda akan digelar. Mulai dari festival adat, permainan tradisional, hingga festival kuliner khas daerah.
Wali Kota menekankan, tidak ada ruang untuk pekerjaan lambat. Semua harus bergerak cepat—pengecatan, pembangunan taman, hingga penataan parkir.
“Semua harus terkoordinasi. Kita ingin Kendari terlihat rapi dan nyaman,” tegasnya.
Baginya, ini bukan sekadar bersih-bersih kota. Ini soal citra daerah di mata dunia.
Pemkot Kendari pun menargetkan hasil maksimal. Bukan hanya siap secara teknis, tetapi juga mampu menunjukkan wajah kota yang layak menjadi tuan rumah event internasional.
Pesannya jelas: Kendari harus tampil, bukan sekadar siap—tapi membanggakan*




