KENDARI, Kongkritpost.com- Suasana apel gabungan ASN Pemerintah Kota Kendari, Senin (21/7/2025), berubah menjadi ruang refleksi pelayanan publik ketika Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, mengangkat isu fundamental tentang etika pelayanan dan kedisiplinan aparatur negara.
Berbicara di hadapan jajaran birokrasi, Sudirman menekankan pentingnya membangun budaya pelayanan yang ramah dan solutif. Tak lagi cukup hanya mengisi kehadiran dan menyelesaikan tugas administratif, para ASN diminta untuk menjadi representasi nilai kemanusiaan di balik struktur pemerintahan.
“Kalau ada tamu datang ke kantor, jangan cuma disuruh cari sendiri. Harus diantar sampai ke tempatnya,” tegas Sudirman, menyentil kebiasaan lama yang menurutnya perlu ditinggalkan demi wajah baru birokrasi yang lebih beradab.
Bagi masyarakat, katanya, tak ada sekat antara Dinas A dan Dinas B. Yang mereka tahu hanyalah Pemkot Kendari. Maka, setiap ASN wajib menjadi simpul informasi dan solusi, bukan sekadar pengisi ruangan.
Apresiasi pun disampaikan Wakil Wali Kota kepada institusi yang dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat dengan responsif, seperti Satpol PP dan Dinas Damkar. Ia menganggap dua instansi itu telah menunjukkan kesiapsiagaan sebagai bentuk nyata pelayanan publik yang sesungguhnya.
Namun, di tengah pujian, Sudirman tak menutup mata pada catatan penting lain: ketertiban administrasi. Ia mengingatkan agar seluruh kendaraan dinas di lingkungan Pemkot Kendari taat pajak.
“Ini bukan sekadar soal surat kendaraan, tapi cerminan komitmen kita sebagai penyelenggara negara. Pajak kendaraan dinas harus jadi prioritas,” ujarnya.
Lebih dari sekadar apel rutin, arahan Wawali menjadi alarm moral bahwa pelayanan publik bukan hanya soal prosedur, melainkan tentang empati, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial. Sebuah panggilan untuk ASN agar tak lagi bekerja dalam bayang-bayang struktur, tetapi menjadi wajah humanis pemerintah yang hadir untuk rakyat( Red)


