KENDARI, Kongkritpost.com- Tahun pertama kepemimpinan Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka bersama wakilnya, Hugua, mulai memperlihatkan arah pembangunan di Sulawesi Tenggara. Pemerintahan yang dikenal dengan duet ASR–Hugua ini mencoba menunjukkan bahwa kerja pemerintahan tidak selalu harus tampil dengan gemuruh politik, tetapi bisa dilihat dari langkah nyata di lapangan Jumat (20/2026)
Selama setahun terakhir, sejumlah program mulai dijalankan di berbagai sektor. Infrastruktur, pendidikan, hingga pertanian menjadi fokus yang terlihat paling menonjol. Meski belum bisa mengubah segalanya dalam waktu singkat, langkah-langkah awal tersebut memberi gambaran tentang prioritas pembangunan yang sedang ditempuh pemerintah provinsi.
Di sektor infrastruktur, pemerintah daerah mendorong percepatan konektivitas antarwilayah melalui program JAMAAH (Jalan Mulus Antar Wilayah). Program ini dirancang untuk memperbaiki akses transportasi sekaligus membuka jalur distribusi ekonomi di berbagai daerah.
Pemerintah menilai kondisi jalan sangat mempengaruhi aktivitas masyarakat, mulai dari pergerakan barang hingga mobilitas warga. Beberapa ruas jalan strategis mulai ditingkatkan, termasuk di wilayah Kabupaten Muna. Peningkatan jalan di kawasan Labunti–Bangun Sari serta Bonea–Kombungo–Labone menjadi bagian dari upaya memperkuat akses di daerah yang sebelumnya kurang tersentuh pembangunan. Pemerintah daerah ingin memastikan wilayah kepulauan maupun daratan memperoleh perhatian yang seimbang.
Perubahan juga mulai terlihat di ibu kota provinsi. Penataan kawasan MTQ di Kota Kendari dilakukan melalui rehabilitasi bangunan, pembenahan jalur pedestrian, penataan lapak bagi pelaku UMKM, serta peningkatan fasilitas parkir. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki tampilan kota, tetapi juga meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain itu, pemerintah provinsi turut memperhatikan kebutuhan dasar seperti air bersih. Optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum di Kendari, pembangunan jaringan perpipaan di Baubau, serta peningkatan layanan air di Kolaka Utara menjadi bagian dari program yang sedang dijalankan. Langkah ini dianggap penting karena akses air bersih berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.
Pembangunan fasilitas bagi aparat penegak hukum juga masuk dalam agenda pemerintah daerah. Pembangunan gedung tahanan dan barang bukti Polda Sultra serta pengembangan sarana kepolisian menjadi bagian dari upaya memperkuat institusi negara. Pemerintah menilai dukungan infrastruktur yang memadai dapat membantu meningkatkan kinerja lembaga penegak hukum.
Di sisi lain, pembangunan fasilitas militer seperti Mako Lanud Pangkalan TNI Halu Oleo dan sarana Korem 143/HO menunjukkan bahwa kerja sama antara pemerintah daerah dan institusi pertahanan tetap dijaga. Stabilitas keamanan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga iklim investasi di daerah.
Pada sektor pertanian dan peternakan, pemerintah mencoba meningkatkan produktivitas melalui penyaluran alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani. Bantuan tersebut berasal dari anggaran daerah maupun dukungan pemerintah pusat. Mekanisasi pertanian diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja petani sekaligus memperkuat produksi pangan daerah.
Pemerintah juga mulai menata data produksi serta kebutuhan konsumsi pangan seperti daging sapi, ayam, dan telur. Data tersebut digunakan sebagai dasar perencanaan kebijakan agar daerah tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar.
Bidang pendidikan menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian besar. Sejumlah sekolah memperoleh bantuan fasilitas berupa mobiler ruang kelas, perangkat teknologi pembelajaran, hingga komputer. Ribuan seragam juga disalurkan kepada siswa SMA dan SMK di berbagai daerah.
Bagi banyak sekolah, dukungan fasilitas dasar tersebut memiliki dampak langsung terhadap proses belajar mengajar.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan peralatan laboratorium IPA, perangkat teknologi informasi, serta perlengkapan olahraga untuk menunjang kegiatan pendidikan.
Di tingkat sekolah kejuruan, pemerintah menghadirkan fasilitas Ship Bridge Simulator di SMKN 7 Kendari sebagai upaya memperkuat pendidikan berbasis kemaritiman. Sekolah luar biasa juga mendapat dukungan alat praktik serta perangkat teknologi untuk mendukung pembelajaran siswa berkebutuhan khusus.
Program pendidikan berskala besar juga mulai dipersiapkan melalui pembangunan Sekolah Unggul Garuda. Program nasional yang berkaitan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto tersebut direncanakan berdiri di Konawe Selatan di atas lahan sekitar 20 hektare. Sekolah ini diproyeksikan menjadi pusat pendidikan unggulan yang akan menampung siswa dari berbagai daerah.
Selain itu, Sekolah Rakyat Terpadu 70 Kendari telah lebih dulu beroperasi dengan sistem pendidikan berasrama sejak September 2025. Sekolah tersebut melayani puluhan peserta didik dengan pendekatan pembelajaran yang menekankan disiplin, karakter, dan akademik secara bersamaan.
Meski sejumlah program telah berjalan, pemerintahan ASR–Hugua tetap menghadapi berbagai tantangan.
Beberapa kalangan menilai pembangunan yang dilakukan masih berada pada tahap awal dan belum menunjukkan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Namun pemerintah daerah menilai pembangunan membutuhkan proses yang berkelanjutan. Konsistensi program dan penguatan fondasi dianggap lebih penting dibanding sekadar menciptakan program yang bersifat sensasional.
Selama tahun pertama kepemimpinan ini, situasi politik di lingkungan pemerintahan relatif stabil. Tidak banyak konflik internal yang muncul ke ruang publik. Kondisi tersebut memberi ruang bagi pemerintah untuk lebih fokus pada pelaksanaan program pembangunan.
Di sisi lain, sejumlah persoalan daerah masih membutuhkan perhatian serius, seperti pengurangan angka kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, penguatan industri daerah, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Sebagai daerah dengan potensi sumber daya yang besar, tantangan utama bagi pemerintah adalah memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Satu tahun pertama pemerintahan ASR–Hugua dapat dilihat sebagai tahap awal dalam membangun fondasi pembangunan daerah. Berbagai program mulai dijalankan, infrastruktur mulai diperbaiki, sektor pendidikan diperkuat, dan dukungan bagi petani mulai ditingkatkan.
Perjalanan masih panjang. Namun sejumlah langkah yang telah dimulai menunjukkan bahwa roda pembangunan di Sulawesi Tenggara sedang bergerak(Red)





