KOLAKA, Kongkritpost.com- Ancaman malaria tak selalu datang dengan suara. Ia hadir diam-diam, berkembang dari genangan air, semak liar, dan lingkungan yang dibiarkan kotor. Karena itu, Kelurahan Kolakaasi memilih bergerak lebih cepat sebelum penyakit datang mengetuk pintu rumah warga.

Pemerintah Kelurahan Kolakaasi, Kecamatan Latambaga, menggelar rapat koordinasi bersama staf serta seluruh ketua RT dan RW sewilayah, Selasa (21/4/2026), di Kantor Kelurahan Kolakaasi.

Fokus pertemuan itu jelas: membangun kekompakan menjaga kebersihan lingkungan demi menekan risiko penyebaran malaria.

Rapat dipimpin langsung Lurah Kolakaasi Hj. Sendy Jayadi, S.IP. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa RT dan RW adalah ujung tombak di lapangan. Tanpa gerak bersama dari tingkat lingkungan, program kesehatan sering hanya tinggal slogan.

“Kami meminta bantuan Bapak dan Ibu RT/RW untuk aktif menggerakkan warga. Jika lingkungan bersih, kita bisa terhindar dari penyakit, terutama malaria. Ini butuh kekompakan kita semua,” tegasnya.

Pesan itu sederhana, tetapi penting. Sebab perang melawan malaria tidak cukup hanya di puskesmas atau rumah sakit. Pertempuran sesungguhnya dimulai dari halaman rumah, selokan, dan kebiasaan warga sehari-hari.

Dalam rakor tersebut, pemerintah kelurahan mendorong tiga langkah nyata.

Pertama, menghidupkan kembali budaya kerja bakti rutin di setiap RT dan RW.

Kedua, membersihkan drainase serta saluran air agar tidak menjadi tempat genangan.

Ketiga, memperkuat gerakan pemberantasan sarang nyamuk dengan menguras dan menutup tempat penampungan air.

Kolakaasi tampaknya paham satu hal: nyamuk berkembang biak lebih cepat daripada rapat birokrasi. Karena itu, tindakan lapangan jauh lebih penting daripada sekadar wacana.

Di banyak wilayah tropis, malaria masih menjadi ancaman serius. Sekali lengah, dampaknya bisa menyerang anak-anak, lansia, hingga produktivitas warga.

Karena itu, langkah kecil seperti membersihkan selokan sejatinya adalah investasi besar bagi kesehatan masyarakat.

Kini pesan dari Kolakaasi sudah jelas. Lingkungan bersih bukan hanya soal enak dipandang, tetapi soal menjaga nyawa. Dan untuk itu, RT, RW, lurah, hingga warga harus berdiri di barisan yang sama*