KONUT, Kongkritpost.com- Kekayaan nikel Konawe Utara kembali menjadi bahan pembicaraan. Bukan hanya soal berapa banyak mineral yang dapat dikeluarkan dari perut bumi, tetapi juga tentang sejauh mana aktivitas pertambangan mampu meninggalkan manfaat bagi daerah dan masyarakatnya.
Isu tersebut mengemuka dalam pertemuan Ketua Bidang Perizinan Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Ense DC Solapung, dengan Bupati Konawe Utara H. Ikbar, S.H., M.H., di Kendari, Rabu (16/9/2026).
Pertemuan yang dikemas dalam suasana silaturahmi itu menjadi ruang untuk membicarakan potensi pertambangan sekaligus arah pembangunan Konawe Utara.
Konut memang bukan daerah yang asing dengan nikel. Komoditas mineral tersebut telah menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi di wilayah itu. Salah satu perusahaan yang beroperasi adalah PT Adhi Kartiko Pratama di Desa Lameruru, Kecamatan Langgikima kabupaten konawe Utara Sulawesi Tenggara
Namun, pertambangan selalu memiliki dua sisi. Di satu sisi terdapat investasi, lapangan kerja dan aktivitas ekonomi. Di sisi lain terdapat kewajiban menjaga tata kelola, lingkungan serta memastikan masyarakat sekitar ikut merasakan manfaatnya.
Di titik inilah perizinan menjadi penting.
Ense DC Solapung menekankan bahwa aktivitas pertambangan perlu berjalan dalam koridor regulasi. Menurutnya, tata kelola perizinan yang tertib dan akuntabel menjadi salah satu fondasi agar investasi dapat berlangsung secara sehat sekaligus memberikan kepastian bagi pemerintah dan pelaku usaha.
Bagi daerah yang memiliki sumber daya mineral besar seperti Konawe Utara, kepastian aturan bukan sekadar persoalan administrasi. Tata kelola yang baik menentukan bagaimana kekayaan alam dapat dikelola tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat dan keberlanjutan daerah.
“Semoga kekayaan alam ini dikelola dengan baik sehingga memberi manfaat optimal bagi masyarakat dan mendorong kemajuan daerah,” ujar Ense.
Ia melihat pemerintah daerah, pelaku usaha, asosiasi dan masyarakat memiliki kepentingan yang saling berkaitan dalam membangun sektor pertambangan.
Pemerintah membutuhkan investasi untuk menggerakkan ekonomi. Pelaku usaha membutuhkan kepastian dan iklim investasi yang sehat. Sementara masyarakat membutuhkan manfaat yang nyata dari aktivitas ekonomi di wilayah mereka.
Jika ketiga kepentingan tersebut dapat dipertemukan, sektor pertambangan berpotensi menciptakan efek berantai yang lebih luas.
Lapangan kerja menjadi salah satu dampaknya. Kemudian muncul peluang bagi pelaku usaha lokal, jasa transportasi, perdagangan, penyediaan kebutuhan pekerja hingga aktivitas ekonomi lainnya.
Dari sisi pemerintah daerah, geliat ekonomi juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap penerimaan daerah sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, Ense mengapresiasi komunikasi yang dibangun bersama Bupati Ikbar.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha diperlukan agar potensi besar Konawe Utara tidak berhenti sebagai angka produksi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi pertumbuhan ekonomi yang dirasakan masyarakat.
“Konawe Utara memiliki potensi yang sangat besar,” katanya.
Pertemuan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembicaraan mengenai pertambangan di Konut mulai bergerak pada isu yang lebih luas: bukan hanya bagaimana investasi berjalan, tetapi bagaimana investasi memiliki hubungan dengan pembangunan daerah.
Bagi Konawe Utara, tantangannya adalah menjaga keseimbangan tersebut.
Kekayaan nikel merupakan sumber daya yang tidak dapat dipandang hanya dari nilai komoditasnya. Cara mengelola, mengawasi dan memastikan manfaatnya menjadi bagian penting dari masa depan daerah.
Ense berharap komunikasi antara pemerintah daerah dan pelaku sektor pertambangan terus terjaga.
Ia juga menyampaikan harapan agar Konawe Utara semakin berkembang sebagai salah satu daerah penting dalam perekonomian Sulawesi Tenggara.
“Semoga Bumi Konawe Utara tetap semangat dan semakin maju. Majulah selalu Bumi Anoa Konawe Utara dengan ibu kotanya Wanggudu. Selamat berkarya dan sukses selalu untuk Pak Bupati,” pungkas Ense.
Pada akhirnya, nikel hanyalah sumber daya. Nilai sesungguhnya bagi Konawe Utara akan sangat bergantung pada bagaimana sumber daya tersebut dikelola, siapa saja yang memperoleh manfaat, serta sejauh mana aktivitas ekonomi itu mampu mendorong masyarakat dan daerah bergerak maju bersama*















