KOLAKA, Kongkritpost.com- Politik punya musim. Ada masa berkontestasi, ada waktunya berkompetisi. Tetapi pembangunan daerah tidak mengenal musim. Ia harus terus berjalan, siapa pun yang berada di panggung politik.

Pesan itulah yang disampaikan Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR), saat menghadiri pelantikan pengurus Partai Golkar tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara periode 2025–2030 di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026).

Screenshot 20261102 072332 Gallery

Di hadapan keluarga besar Golkar, ASR mengajak partai politik mari bersama sama membangun Daerah dan konsolidasi internal. Lebih dari itu, seluruh kekuatan politik diharapkan ikut mengambil bagian dalam mengawal pembangunan daerah.

Menurutnya, pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian. Visi, misi, dan program pembangunan yang disusun dengan baik sekalipun tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa dukungan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor.

Screenshot 20261102 073100 Gallery

Karena itu, keberadaan partai politik diharapkan menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton dalam perjalanan pembangunan Sultra.

Menariknya, ASR juga menegaskan bahwa pemerintah provinsi terbuka terhadap kritik dan masukan. Namun, kritik tersebut diharapkan disampaikan secara konstruktif dengan tetap menjaga etika dan sikap saling menghormati.

Screenshot 20261102 073203 Gallery

Sikap ini menjadi penting dalam demokrasi. Sebab, dukungan politik tidak harus berarti meniadakan sikap kritis. Justru melalui pengawasan dan masukan yang sehat, kebijakan pemerintah dapat terus diuji dan diperbaiki.

ASR kemudian menggarisbawahi empat sektor yang menjadi perhatian utama pembangunan Sulawesi Tenggara.

Pertama, pendidikan. Kedua, kesehatan. Ketiga, infrastruktur. Keempat, ketahanan pangan berbasis agro-maritim.

Screenshot 20261102 073307 Gallery

Empat sektor ini bukan sekadar daftar program pemerintahan. Masing-masing memiliki hubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Pendidikan menentukan kualitas sumber daya manusia. Kesehatan menyangkut produktivitas dan kesejahteraan keluarga. Infrastruktur menjadi penghubung aktivitas ekonomi, sementara ketahanan pangan berbasis agro-maritim berkaitan dengan potensi besar Sultra sebagai daerah yang memiliki kekuatan sektor pertanian, perikanan, dan kelautan.

Screenshot 20261102 073134 Gallery

Tantangannya tentu tidak ringan. Empat sektor tersebut membutuhkan kesinambungan kebijakan, penganggaran yang tepat, serta pengawasan agar tidak berhenti sebagai agenda di atas kertas.

Di hadapan kader Golkar, ASR juga mengingatkan bahwa perbedaan partai maupun organisasi merupakan bagian wajar dari demokrasi.

Perbedaan, menurutnya, tidak semestinya menjadi alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, keberagaman pandangan harus dikelola menjadi kekuatan untuk melahirkan gagasan dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ada pesan menarik dalam pernyataan ASR mengenai warisan kepemimpinan.

Screenshot 20261102 073114 Gallery

“Sejarah tidak akan melihat seberapa keras upaya kita memenangkan kontestasi politik, tetapi seberapa besar upaya yang kita perjuangkan untuk kesejahteraan rakyat serta karya terbaik apa yang bisa kita wariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menggeser ukuran keberhasilan politik dari sekadar kemenangan menuju hasil pembangunan yang dapat dirasakan masyarakat.

ASR kemudian menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus Golkar yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan periode 2025–2030 mampu menjalankan amanah organisasi sekaligus memberikan kontribusi bagi daerah dan bangsa.

Bagi Sulawesi Tenggara, pesan dari Kolaka ini menyisakan pekerjaan besar, bagaimana menjadikan sinergi politik sebagai kekuatan untuk mempercepat pembangunan.

Sebab, masyarakat pada akhirnya tidak hanya menilai seberapa harmonis hubungan pemerintah dengan partai politik. Mereka lebih menunggu hasilnya: pendidikan yang semakin baik, layanan kesehatan yang mudah dijangkau, infrastruktur yang memadai, dan ketahanan pangan yang semakin kuat*