KENDARI, Kongkritpost.com- Pemerintah Kota Kendari kembali menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi tantangan perkotaan. Melalui agenda rapat koordinasi Forkopimda bertajuk Coffee Morning, Rabu (30/7/2025), Wali Kota Siska Karina Imran mengajak seluruh jajaran pimpinan daerah duduk bersama, tak sekadar untuk bersulang kopi, melainkan menyatukan langkah strategis.

Berlangsung di Tribun Utama Lapangan Upacara Kantor Balai Kota kendari, pertemuan ini memperlihatkan wajah pemerintahan yang ingin mendengar, bukan hanya berbicara. Formatnya santai, tetapi substansinya serius. Satu per satu, pimpinan instansi menyampaikan dinamika masing-masing sektor—dan tak semuanya menggembirakan.
Persoalan narkoba mencuat sebagai isu paling mendesak. Pengadilan Negeri Kendari melaporkan lonjakan perkara narkotika, disusul laporan Badan Intelijen Daerah yang menandai seluruh kecamatan di Kendari berada dalam status darurat. Kota ini, yang pernah dikenal damai, kini berada di persimpangan ancaman yang nyata. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan menjadi statistik belaka.

Dari sisi lingkungan, Danlanal Kendari menyoroti persoalan kebersihan di Kecamatan Kendari Barat. Minimnya fasilitas penunjang seperti bak sampah menjadi sorotan. Bukan hanya soal estetika kota, tapi juga menyangkut citra dan kesehatan warga. Rapat ini membuka ruang untuk menyoroti aspek yang selama ini tersembunyi di balik rutinitas administrasi.
Wali Kota Siska Karina merespons dengan sikap terbuka. Seluruh masukan akan ditindaklanjuti, baik langsung maupun melalui OPD teknis. Ia menegaskan pentingnya keterbukaan dan koreksi dalam pemerintahan. Tidak semua aparatur sempurna, dan karena itu pengawasan justru harus dilihat sebagai bentuk kepedulian, bukan serangan.

Pertemuan ini tidak sekadar mengejar daftar hadir, tetapi menjadi ruang bersama untuk menyamakan frekuensi. Siska mendorong Forkopimda, OPD, camat, dan lurah agar bersikap responsif terhadap dinamika yang terjadi, dan siap dikoreksi jika melenceng dari tugas pokok dan fungsinya. Pemerintahan tidak boleh alergi pada kritik.
Dengan kondisi kota yang dinilai aman dan kondusif, Wali Kota mengajak seluruh pihak agar tidak terlena. Masa lalu yang belum tertata harus diperbaiki dengan kerja kolaboratif. Evaluasi bukan sekadar rutinitas laporan, tetapi menjadi bahan untuk bertindak lebih cepat dan tepat.

Hadir dalam pertemuan ini seluruh unsur Forkopimda, termasuk Kapolres, Dandim 1417, Kajari Kendari, Pengadilan Negeri dan Agama, Danlanal, Danlanud, Kabinda, Denpom, serta Ketua DPRD Kota Kendari. Wali Kota didampingi langsung oleh Wakil Wali Kota Sudirman, Sekretaris Daerah, dan jajaran kepala OPD.
Rapat ini menjadi penanda bahwa kendali arah pembangunan kota tak bisa ditentukan oleh satu tangan. Ia harus dibentuk dari dialog, dilandasi kesetaraan, dan dijaga melalui komitmen kolektif( Usman)




