KOLAKA, Kongkritpost.com- Di balik hamparan kawasan tambang yang menjadi denyut ekonomi Sulawesi Tenggara, tersimpan sebuah harapan yang terus dijaga oleh para pelaku usaha daerah. Harapan itu sederhana, namun memiliki makna besar: agar Izin Usaha Pertambangan (IUP) lokal tetap berdiri kokoh sebagai bagian dari kekuatan ekonomi Kabupaten Kolaka.

Di tengah masuknya berbagai investasi dan persaingan industri yang semakin ketat, keberadaan perusahaan lokal dinilai bukan sekadar pelengkap. Mereka adalah representasi kemampuan daerah dalam mengelola sumber daya alamnya sendiri.

Pandangan itu disampaikan Direktur Teknik PT Akar Mas Internasional, Muh. Ardi Alimin Basnapal, yang menegaskan bahwa IUP lokal harus dipandang sebagai aset strategis daerah yang wajib dijaga keberlangsungannya.

Menurutnya, keberadaan IUP lokal memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar aktivitas bisnis pertambangan. Di dalamnya terdapat semangat kemandirian ekonomi, kebanggaan masyarakat, sekaligus bukti bahwa putra-putri daerah mampu mengambil peran dalam pengelolaan kekayaan alam yang dimiliki.

“IUP lokal bukan hanya soal izin usaha. Ini adalah simbol kemampuan masyarakat Kolaka untuk mengelola potensi daerahnya sendiri dan berkontribusi langsung terhadap pembangunan,” ujar Ardi kepada wartawan, Minggu (16/8/2026).

Pernyataan tersebut mencerminkan optimisme bahwa pertumbuhan sektor pertambangan seharusnya tidak hanya menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi juga memperkuat posisi masyarakat lokal sebagai bagian dari rantai pembangunan.

Bagi Ardi, perusahaan-perusahaan yang lahir dan berkembang dari daerah memiliki ikatan emosional yang lebih kuat dengan masyarakat sekitar. Karena itu, manfaat kehadiran mereka cenderung lebih dekat dan lebih mudah dirasakan.

Dampaknya terlihat dari terbukanya lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal, meningkatnya aktivitas usaha masyarakat, hingga tumbuhnya sektor-sektor pendukung yang bergerak di bidang jasa, logistik, transportasi, maupun perdagangan.

Dalam perspektif pembangunan daerah, keberadaan IUP lokal juga menjadi instrumen penting dalam memperkuat perputaran ekonomi dan meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ketika perusahaan lokal tumbuh, maka masyarakat sekitar ikut bergerak. Ada tenaga kerja yang terserap, ada UMKM yang berkembang, dan ada ekonomi daerah yang terus berputar,” katanya.

Lebih jauh, Ardi menilai tantangan industri pertambangan ke depan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen daerah. Pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan generasi muda perlu membangun komitmen yang sama untuk menjaga iklim investasi yang sehat sekaligus memberikan ruang bagi pengusaha lokal untuk berkembang.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan suatu daerah tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat setempat mampu mengambil manfaat dan menjadi bagian dari proses pembangunan tersebut.

Karena itu, menjaga eksistensi IUP lokal dipandang sebagai langkah strategis untuk memastikan kekayaan alam Kolaka tidak hanya menjadi komoditas ekonomi, tetapi juga sumber kesejahteraan yang berkelanjutan.

“Kalau kita menjaga pertambangan lokal dengan baik, manfaatnya akan kembali kepada daerah kita sendiri. Ini momentum untuk memperkuat kemandirian ekonomi Kolaka,” tegasnya.

Di tengah dinamika industri pertambangan nasional yang terus bergerak, suara dari Kolaka itu terdengar sebagai pengingat bahwa pembangunan yang kuat selalu berangkat dari kemampuan daerah menjaga asetnya sendiri. Sebab pada akhirnya, kekayaan alam akan memiliki arti yang lebih besar ketika mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya*