KOLAKA, Kongkritpost.com- Kepedulian tidak selalu lahir dari tempat yang dekat. kadang, ia justru datang dari daerah yang berjarak ratusan kilometer.
Pesan itulah yang dibawa Karang Taruna Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, ketika menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan berupa paket sembako tersebut disalurkan langsung kepada warga yang membutuhkan. Lokasi sasaran bukan kawasan yang mudah dijangkau. Sebagian berada di wilayah pegunungan dengan kondisi jalan yang rusak.
Namun, medan berat tidak menyurutkan langkah para pemuda Samaturu.
Mereka memilih datang.
Memilih membawa bantuan langsung kepada warga yang sedang menghadapi masa sulit pascabencana.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Samaturu, Fikrul, ST, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus tanggung jawab moral generasi muda terhadap sesama.

“Bencana di Nusa Tenggara Timur merupakan duka kita bersama. Sebagai generasi muda, kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk hadir memberikan dukungan kepada saudara-saudara kita yang terdampak,” kata Fikrul kepada awak media, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, bantuan yang diberikan mungkin tidak besar jika dilihat dari jumlahnya.
Tetapi bagi warga yang sedang berada dalam situasi sulit, bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi penguat.
“Mungkin bantuan ini tidak seberapa, tetapi kami berharap bisa meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
Penyaluran bantuan juga menjadi perjalanan tersendiri bagi para relawan.
Jalan yang rusak dan medan pegunungan membuat distribusi membutuhkan tenaga dan kesabaran lebih. Kendaraan harus melewati akses yang tidak selalu mudah dilalui.
Namun justru karena itulah lokasi tersebut dipilih.
Fikrul mengatakan, bantuan tidak seharusnya hanya berhenti di wilayah yang mudah dijangkau.
“Kami memahami perjalanan menyalurkan bantuan memang tidak mudah. Tetapi justru di tempat seperti inilah bantuan sangat dibutuhkan. Kami ingin memastikan kepedulian ini benar-benar dirasakan masyarakat di kawasan terpencil,” tuturnya.
Bagi Karang Taruna Samaturu, aksi tersebut bukan sekadar kegiatan sosial.
Ada pesan yang ingin disampaikan.
Bahwa solidaritas tidak mengenal batas kabupaten, provinsi, bahkan pulau.
Pemuda dari Samaturu di Kolaka bisa merasakan duka masyarakat di NTT.
Semangat gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, kata Fikrul, harus terus dirawat terutama ketika saudara sebangsa sedang menghadapi bencana.
“Kami percaya ketika masyarakat saling menguatkan dan membantu, setiap kesulitan dapat dihadapi bersama. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi pesan bahwa saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tidak sendiri,” katanya.
Karang Taruna Kecamatan Samaturu juga mengajak masyarakat untuk tidak berhenti pada satu aksi.
Kepedulian, menurut mereka, harus menjadi gerakan bersama.
Sebab di balik setiap paket sembako yang diserahkan, ada pesan yang jauh lebih besar: Indonesia boleh dipisahkan oleh jarak, tetapi tidak oleh rasa kemanusiaan*














