KENDARI, Kongkritpost.com- Hamparan perbukitan hijau yang bertemu dengan bentang Teluk dari ketinggian menghadirkan panorama yang sulit diabaikan. Di Site Paralayang Puncak Indah Kapu Tiga, Desa Sani-Sani, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, keindahan alam seolah menyatu dalam satu bingkai besar yang memanjakan mata.

Pesona itulah yang menyita perhatian Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tenggara, Arinta Andi Sumangerukka, saat mengikuti rangkaian Famtrip Overland Sultra yang menjelajahi sejumlah destinasi unggulan di wilayah daratan Bumi Anoa.

Didampingi Kepala Dinas Pariwisata Sultra bersama peserta famtrip dari berbagai kalangan, Arinta Andi Sumangerukka mengaku terkesan dengan kekayaan lanskap yang dimiliki Sulawesi Tenggara. Menurutnya, perjalanan tersebut bukan sekadar wisata, melainkan kesempatan menyaksikan langsung mozaik keindahan alam yang tersebar di berbagai daerah.

“Alhamdulillah, perjalanan ini sangat menarik. Saya yakin jika terus dipromosikan kepada masyarakat Sulawesi Tenggara maupun Indonesia, destinasi ini akan semakin diminati wisatawan,” ujar Arinta, Minggu (9/8/2026).

Perjalanan Famtrip Overland selama tiga hari itu menyusuri sejumlah titik wisata strategis. Rombongan mengawali penjelajahan dari Bukit Pajongang di Kabupaten Bombana, kemudian bergerak menuju Pantai Kalomang dan Puncak Sani-Sani di Kabupaten Kolaka. Selanjutnya, peserta dijadwalkan mengunjungi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Kolaka Timur sebelum kembali ke Kendari.

Bagi Arinta Andi Sumangerukka keberagaman bentang alam tersebut merupakan modal besar yang dimiliki Sulawesi Tenggara. Dalam satu perjalanan, wisatawan dapat menikmati suasana pegunungan, perbukitan, pesisir, hingga panorama laut yang masing-masing memiliki karakter dan daya tarik tersendiri.

Di antara seluruh destinasi yang dikunjungi, kawasan wisata Sani-Sani dinilainya memiliki magnet yang kuat. Dari puncak bukit, pengunjung dapat menyaksikan bentangan alam yang luas dengan lanskap yang memberikan pengalaman berbeda dibandingkan destinasi wisata daratan lainnya.

Keunggulan itu, menurutnya, menjadi alasan mengapa kawasan tersebut layak mendapat perhatian lebih dalam strategi promosi pariwisata daerah.

Famtrip Overland sendiri dipandang sebagai pendekatan promosi yang efektif. Tidak hanya menampilkan foto atau video destinasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman langsung yang dapat menjadi cerita dan kesan mendalam bagi para peserta untuk diteruskan kepada publik.

Lebih jauh, Arinta Andi Sumangerukka menekankan bahwa pengembangan sektor pariwisata tidak semata bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Yang lebih penting adalah bagaimana aktivitas wisata mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar destinasi.

Kehadiran wisatawan diyakini akan membuka ruang bagi tumbuhnya usaha mikro, kuliner lokal, ekonomi kreatif, jasa transportasi, hingga berbagai sektor pendukung lainnya yang menjadi sumber penghasilan masyarakat.

“Harapannya tentu pariwisata semakin bergairah dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat di sekitar kawasan wisata,” katanya.

Di tengah persaingan destinasi wisata yang semakin ketat, Sulawesi Tenggara sesungguhnya memiliki modal yang tidak kecil. Dari Bombana hingga Kolaka Timur, bentang alam yang beragam menyimpan potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi unggulan nasional.

Dan di antara deretan panorama itu, Puncak Indah Kapu Tiga di Sani-Sani seolah menjadi panggung yang memperlihatkan satu pesan sederhana: Sulawesi Tenggara bukan hanya indah untuk dikunjungi, tetapi juga layak diperhitungkan dalam peta pariwisata Indonesia*