JAKARTA, Kongkritpost.com- Upaya pemberdayaan perempuan di Kota Kendari mendapat perhatian dalam ajang Apresiasi Swara Cantika 2026. Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menerima penghargaan pada kategori Pemberdayaan Perempuan yang digelar Cantika, bagian dari Tempo Media Group, di Jakarta, Kamis malam (17/9/2026).

Apresiasi Swara Cantika 2026 mengangkat tema “Perempuan Penggerak Perubahan untuk Indonesia”. Ajang tersebut menjadi ruang penghargaan bagi perempuan dari berbagai bidang yang dinilai memberikan kontribusi dan dampak bagi masyarakat.

Untuk kategori Pemberdayaan Perempuan, fokus apresiasi diarahkan pada inisiatif yang berkaitan dengan ketahanan ekonomi keluarga, UMKM berbasis perempuan serta penguatan kapasitas perempuan dari tingkat masyarakat hingga daerah.

Siska Karina Imran tidak hadir langsung dalam malam penganugerahan karena memiliki agenda kedinasan lain. Pemerintah Kota Kendari kemudian mengutus Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Kendari untuk menerima trofi dan piagam penghargaan tersebut.

Dalam pesan tertulisnya yang disampaikan perwakilan Pemkot Kendari, Siska menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima.

Menurutnya, penghargaan tersebut tidak semata-mata ditujukan kepada dirinya sebagai kepala daerah, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap kerja jajaran Pemerintah Kota Kendari dan masyarakat, terutama perempuan yang terlibat dalam pembangunan.

“Penghargaan ini merupakan dedikasi untuk seluruh perempuan tangguh di Kota Kendari. Pemberdayaan perempuan bukan sekadar program kerja, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan keluarga yang sejahtera, ekonomi lokal yang mandiri, dan generasi penerus yang unggul,” ujar perwakilan Pemkot Kendari menyampaikan pesan Siska.

Pemberdayaan Perempuan Tak Cukup dengan Seremonial

Penghargaan tersebut menempatkan isu pemberdayaan perempuan dalam konteks yang lebih luas.

Pemberdayaan tidak hanya berbicara mengenai pelatihan atau bantuan modal. Ada persoalan akses terhadap ekonomi, keterampilan, kesempatan berusaha, perlindungan hak serta ruang bagi perempuan untuk mengambil peran dalam pembangunan.

Dalam materi resmi Apresiasi Swara Cantika 2026, kategori Pemberdayaan Perempuan memang diarahkan pada berbagai inisiatif yang menyentuh ketahanan ekonomi keluarga, UMKM perempuan dan penguatan kapasitas masyarakat. Proses kurasinya juga disebut menggunakan sejumlah indikator, antara lain data makro, analisis kinerja, persepsi publik serta wawancara mendalam.

Karena itu, penghargaan tersebut dapat dibaca sebagai apresiasi terhadap agenda pemberdayaan perempuan yang dikaitkan dengan kebijakan dan program pemerintah daerah.

Di Kendari, program pemberdayaan perempuan disebut mencakup penguatan UMKM berbasis perempuan, pelatihan keterampilan serta upaya perlindungan perempuan dan anak.

Namun, pekerjaan setelah penghargaan justru menjadi bagian yang lebih penting.

Penghargaan dapat menjadi penanda, tetapi keberlanjutan program tetap membutuhkan kerja yang konsisten di lapangan.

Dari Kendari untuk Perempuan

Bagi Pemerintah Kota Kendari, penghargaan tersebut diharapkan menjadi pemicu untuk memperluas program pemberdayaan perempuan.

Perempuan tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga sebagai pelaku ekonomi dan bagian dari penggerak pembangunan kota.

Ketika perempuan memiliki keterampilan dan akses ekonomi, dampaknya dapat menjalar ke tingkat keluarga. Ketika usaha perempuan berkembang, aktivitas ekonomi lokal ikut bergerak.

Di titik tersebut, pemberdayaan perempuan bersinggungan langsung dengan isu ekonomi masyarakat.

Apresiasi Swara Cantika sendiri dirancang untuk mencatat kontribusi perempuan di berbagai bidang. Pada penyelenggaraan 2026, terdapat sejumlah kategori, mulai dari Pelopor dan Penggerak Ruang Publik, Kemudi Bisnis, Pemberdayaan Perempuan, Penggerak Akar Rumput, Penjaga Bumi Lestari, Inovator STEM, Transformasi Digital, Suara Kreatif Berpengaruh hingga Lifetime Achievement.

Dengan penghargaan tersebut, nama Kota Kendari ikut tercatat dalam panggung apresiasi nasional bagi perempuan penggerak perubahan.

Siska menyampaikan penghargaan tersebut sebagai motivasi untuk terus memperkuat kebijakan yang memberikan ruang lebih besar bagi perempuan di Kota Kendari.

“Penghargaan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi menjadi penyemangat bagi kita semua untuk terus menciptakan lingkungan yang inklusif, aman dan berdaya bagi perempuan,” demikian pesan yang disampaikan perwakilan Pemkot Kendari.

Pada akhirnya, penghargaan hanya menjadi satu titik dalam perjalanan panjang pemberdayaan perempuan.

Ukuran berikutnya adalah bagaimana apresiasi tersebut diterjemahkan menjadi program yang berkelanjutan, semakin banyak perempuan yang mandiri secara ekonomi, serta semakin luas kesempatan perempuan Kendari untuk mengambil bagian dalam pembangunan daerah.