KONSEL, Kongkritpost.com- Upaya membangun masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan tidak selalu harus dimulai dari program berskala besar. Kebiasaan sederhana seperti berolahraga, menjaga kebersihan dan menanam pohon justru bisa menjadi fondasi perubahan yang lebih panjang.

IMG 20260920 WA0216

Pendekatan itulah yang dibawa PT Generasi Agung Perkasa (GAP) melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) 2026 di Desa Watumbohoti, Kecamatan Palangga Selatan, Kabupaten Konawe Selatan, Senin (14/9/2026).

Kegiatan tersebut mempertemukan perusahaan dan masyarakat dalam sejumlah aktivitas yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari. Warga diajak berolahraga bersama melalui senam dan zumba, membersihkan lingkungan dengan aksi pungut sampah, sekaligus menerima bibit pohon mangga untuk ditanam di lingkungan tempat tinggal.

Bagi PT GAP, rangkaian kegiatan itu tidak ditempatkan sekadar sebagai agenda seremonial perusahaan.

IMG 20260920 WA0214

Perwakilan Head Office (HO) PT GAP, M. Kasan, mengatakan program tersebut dirancang sebagai sarana edukasi sekaligus upaya membangun kebiasaan positif di tengah masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan edukasi serta membangun kebiasaan positif di tengah masyarakat. Hidup sehat dan cinta lingkungan merupakan dua hal yang saling berkaitan, sehingga keduanya perlu kita jaga bersama,” ujar M. Kasan.

Menurutnya, kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Lingkungan yang bersih akan mendukung kehidupan yang lebih sehat, sementara kebiasaan hidup sehat juga membutuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

IMG 20260920 WA0215

Karena itu, warga tidak hanya diajak berolahraga, tetapi juga turun langsung membersihkan lingkungan.

Aktivitas tersebut sekaligus menjadi ruang untuk membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah maupun perusahaan. Lingkungan tempat tinggal pada akhirnya menjadi tanggung jawab seluruh warga yang berada di dalamnya.

Menariknya, program PPM PT GAP juga menyentuh aspek penghijauan melalui pembagian bibit pohon mangga.

Bibit tersebut diserahkan secara simbolis kepada warga untuk ditanam dan dirawat di pekarangan rumah masing-masing. Langkah sederhana itu diharapkan tidak berhenti pada seremoni penyerahan bibit, tetapi berlanjut menjadi aktivitas perawatan tanaman di lingkungan masyarakat.

IMG 20260920 WA0212

Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Sesi olahraga bersama menjadi salah satu momentum yang mencairkan suasana sekaligus memperkuat interaksi antara masyarakat Desa Watumbohoti dan pihak perusahaan.

Kegiatan tersebut pun menjadi ruang silaturahmi. Hubungan perusahaan dengan masyarakat sekitar tidak hanya dibangun melalui program pembangunan fisik, tetapi juga melalui aktivitas yang melibatkan warga secara langsung.

Kepala Desa Watumbohoti, Rahman, S.Pd., menyambut positif kegiatan yang digelar PT GAP tersebut.

Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat karena menyentuh aktivitas sehari-hari.

“Kami dari Pemerintah Desa Watumbohoti menyambut baik kegiatan ini. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan olahraga, bersih-bersih lingkungan, dan pembagian bibit tanaman sangat positif karena memberikan edukasi yang dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Rahman.

Bagi pemerintah desa, keterlibatan perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang dapat diperkuat ke depan.

Rahman berharap komunikasi dan sinergi antara PT GAP, pemerintah desa dan masyarakat terus berjalan sehingga program PPM berikutnya dapat memberikan manfaat yang semakin luas.

Harapan tersebut menjadi penting karena keberhasilan program pemberdayaan masyarakat pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh kegiatan yang dilakukan dalam satu hari.

Yang lebih menentukan adalah apakah kebiasaan dan pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat terus dijalankan setelah kegiatan berakhir.

Olahraga dapat menjadi rutinitas. Kebersihan lingkungan dapat menjadi budaya. Bibit pohon yang diberikan dapat tumbuh dan dirawat hingga memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Di titik itulah program pemberdayaan masyarakat menemukan maknanya.

Rangkaian kegiatan PPM PT GAP di Watumbohoti kemudian ditutup dengan hiburan dan pembagian door prize. Penyerahan bibit pohon mangga secara simbolis menjadi bagian akhir kegiatan sekaligus menandai ajakan agar warga membawa semangat menjaga lingkungan tersebut ke rumah masing-masing.

Program tersebut memperlihatkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari hal-hal sederhana: menggerakkan warga untuk sehat, mengajak mereka peduli terhadap lingkungan dan membangun kebiasaan yang dapat dipertahankan bersama*