BOMBANA, Kongkritpost.com- Darwin, S.E., resmi memimpin Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Bugis Sidenreng Rappang (PD Kebugis Sidrap) Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, untuk periode 2026–2031. Ia membawa harapan agar organisasi tersebut semakin solid, mempererat persaudaraan warga perantauan, dan berkontribusi bagi kehidupan sosial masyarakat.

Pelantikan dan pengukuhan pengurus berlangsung di Hotel Qubah 9, Kendari, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan itu mengusung tema “Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge”, falsafah Bugis yang mengajarkan pentingnya saling memanusiakan, menghargai, dan mengingatkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Bagi Darwin, amanah memimpin Kebugis Sidrap Bombana bukan sekadar jabatan organisasi. Lebih dari itu, kepengurusan baru diharapkan menjadi ruang bagi warga asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) untuk menjaga ikatan kekeluargaan, bertukar informasi, serta saling membantu ketika menghadapi persoalan di tanah perantauan.

Usai pengukuhan, Darwin menegaskan bahwa pelantikan merupakan awal untuk menggerakkan organisasi agar lebih aktif dan dekat dengan kebutuhan anggota.

Ia berharap Kebugis Sidrap Bombana tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang hidup di antara pengurus dan masyarakat.

“Pelantikan ini menjadi titik awal untuk membangun organisasi yang solid, aktif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya warga Sidrap di perantauan. Paling tidak, ketika ada warga yang menghadapi persoalan, pengurus daerah harus hadir untuk saling bertukar informasi dan membantu mencarikan solusi bersama,” ujar Darwin.

Konsolidasi hingga Tingkat Desa

Untuk menerjemahkan komitmen tersebut ke dalam kerja organisasi, Darwin menyiapkan sejumlah agenda yang akan menjadi perhatian kepengurusan selama periode 2026–2031.

Langkah awal diarahkan pada konsolidasi internal. Komunikasi antarpengurus dan anggota akan diperkuat agar organisasi memiliki fondasi yang kokoh, mampu menyatukan gagasan, serta menyerap aspirasi warga secara lebih terarah.

Darwin juga menargetkan pembentukan kepengurusan hingga tingkat kecamatan dan ranting desa. Dengan struktur yang lebih dekat dengan masyarakat, Kebugis Sidrap Bombana diharapkan dapat menjangkau anggota secara lebih luas dan merespons persoalan sosial dengan lebih cepat.

Penguatan struktur tersebut sekaligus menjadi upaya agar organisasi tidak hanya dikenal melalui pengurus di tingkat kabupaten, tetapi benar-benar tumbuh bersama masyarakat yang menjadi bagian dari keluarga besar Kebugis Sidrap.

Agenda lainnya adalah merencanakan buka puasa bersama pada Ramadan mendatang. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus ruang diskusi untuk merumuskan unit-unit kegiatan yang dapat dijalankan secara terarah dan berkelanjutan.

Bagi Darwin, keberhasilan organisasi tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan. Konsistensi pengurus dalam menjaga komunikasi, membangun kepedulian, dan menghadirkan manfaat bagi anggota juga menjadi bagian penting dari perjalanan organisasi.

Menjaga Identitas Bugis di Tanah Perantauan

Keberadaan Kebugis Sidrap Bombana memiliki arti penting bagi masyarakat asal Sidrap yang menetap dan beraktivitas di Sulawesi Tenggara. Ikatan kedaerahan menjadi salah satu sarana untuk mempertahankan hubungan kekeluargaan sekaligus merawat identitas budaya di tengah kehidupan masyarakat yang beragam.

Nilai Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge diharapkan tidak berhenti sebagai tema pelantikan. Falsafah tersebut perlu diwujudkan dalam sikap saling menghormati, kepedulian terhadap sesama, serta kesediaan memberi nasihat demi kebaikan bersama.

Dengan semangat itu, Darwin berharap Kebugis Sidrap Bombana dapat menjadi rumah bersama bagi warga perantauan, tempat menjaga persaudaraan sekaligus membangun solidaritas lintas generasi.

Di sisi lain, organisasi juga diharapkan mampu menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat setempat dan mengambil bagian dalam kegiatan sosial yang mendukung kemajuan Kabupaten Bombana.

Kepengurusan periode 2026–2031 kini memikul tanggung jawab untuk menerjemahkan semangat persatuan tersebut menjadi program yang nyata. Konsolidasi, perluasan struktur organisasi, dan penguatan silaturahmi menjadi langkah awal yang disiapkan Darwin untuk membawa Kebugis Sidrap Bombana semakin dekat dengan anggotanya*